|
Sulawesi Tengah
Gempa Tektonik di Palu
Senin, 24 Januari 2005 | 10:36 WIB
TEMPO Interaktif, Palu: Gempa tektonik berkekuatan 6,2 pada skala richter mengguncang Kota Palu, Senin (24/1) pukul 04.30 WIT, selama sekitar satu menit. Sekitar 220 ribu penduduk Kota Palu panik dan mengungsi ke pegunungan. Kota Palu lumpuh total dan dinyatakan siaga I. Sebagian besar penduduk yang menetap di dataran rendah dan tepi pantai tersebut trauma dengan gempa dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.
Menurut petugas Badan Meteorologi dan Geofisika Kota Palu, Ronny, gempa tektonik berkekuatan 6,2 pada skala richter tersebut terletak pada 1,3 Lintang Selatan, 119,99 Bujur Timur, pada kedalaman 30 kilo meter di bawah daratan. Pusat gempa sekitar 16 kilometer arah tenggara Kota Palu, sekitar Kecamatan Biro Maru dan Kecamatan Dolok, Kabupaten Donggala. "Bukan di dasar laut, tapi di daratan," kata Ronny.
Banyak warga yang luka-luka karena tertabrak sepeda motor yang melintas dengan kondisi zig-zag. Seorang warga, Risman, menabrak pohon kelapa sehingga bibirnya terluka. Ratusan pasien rumah sakit umum berlarian sambil membawa infus.
Warga mengungsi ke gunung-gunung mulai pukul 05.00, seperti di gunung Gawaliseh sebelah barat Kota Palu, bandar udara Mutiara, dan Biro Maru.
Sampai berita ini diturunkan, masyarakat masih mengungsi di pegunungan dengan mendirikan tenda-tenda darurat. Bahkan ada isu, akan terjadi gempa susulan yang lebih dahsyat sekitar pukul 10.00-11.00. Gempa juga terjadi tiga kali dengan skala rendah, pada pukul 03.00 pada 4 skala richeter selama 2 detik, pukul 07.00 dam 09.00.
Gempa yang cukup keras tersebut membuat puluhan bangunan retak. Tembok gereja katolik Bunda Maria di Jalan Tangkasi roboh, pagar pabrik kelapa setinggi 3 meter dengan panjang 100 meter di Jalan Towa roboh.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Ariyanto Sutadi menyatakan, Kota Palu dinyatakan dalam status siaga satu. "Seluruh kantor diliburkan," kata Ariyanto. Melalui siaran RRI dan TVRI setempat, Ariyanto meminta masyarakat jangan terpancing isu-isu yang tidak benar, "Karena gempa terjadi di daratan, dan bukan tsunami," kata Ariyanto.
"Meski begitu, masyarakat diminta tetap siaga," kata Ariyanto. Selain melalui saluran komunikasi radio dan televisi, Kapolda memantau suasana menggunakan pesawat helikopter.
M. Darlis
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Tumpukan bantuan untuk korban gempa bumi diturunkan dari helikopter di Nusa Tenggara Timur (NTT), 1993. [TEMPO/ Hidayat SG; 14D/456/1993; 20021002].](/hg/photostock/2005/01/14/s_14D45604_high_thumb.jpg) |
 |
| Bantuan Korban Gempa Bumi
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|