|
Nusa
Sopir Unjuk Rasa ke DPRD Palu
Selasa, 01 Maret 2005 | 19:09 WIB
TEMPO Interaktif, Palu: Sedikitnya 500 sopir angkutan dalam kota (Angkot) Palu melakukan aksi unjuk rasa
di DPRD Palu, Selasa (1/3). Mereka menuntut tarif dinaikkan menyusul kebijakan pemerintah
menaikkan harga bahan bakar minyak.
Para sopir angkot tersebut berteriak-teriak di halaman
kontor DPRD seraya membuka baju. Mereka minta DPRD
menetapkan tarif baru untuk angkota kota tersebut.
Dalam demo tersebut para sopir angkot meminta tarif
baru dari Rp 1.300 untuk penumpang umum menjadi Rp
2.000 dan untuk mahasiswa/pelajar dari Rp 500 menjadi
Rp 1.000. Menurut mereka tarif baru tersebut sudah
dianggap wajar mengingat setoran ke majikan, pemilik
mobil juga menaikkan tarif setoran.
Rustam, salah seorang sopir, mengatakan, bila dalam sepekan ini tidak ada
respon DPRD maka sejumlah angkutan akan mengalami
gulung tikar karena setiap hari menghabiskan sekitar
20 liter bensin. Sedangkan setoran ke pemilik
mobil kata Rustam sedikitnya Rp 60.000. Padahal setiap harinya
dia hanya bisa mendapatkan uang sebesar Rp 100.
000. "Kalau tarif tak naik minggu ini, kita terpaksa
harus nombok ke majikan, makan apa istri di rumah,"
keluhnya.
Ketua DPRD kota Palu, Rusdi Mastura yang menerima
pengunjuk rasa tersebut tak bisa memutuskan tarif baru. Ia mengatakan pihaknya masih
menunggu kebijakan pemerintah pusat soal besarnya kenaikan
tarif angkutan.
Namun ia berjanji akan menindaklanjuti permintaan para
sopir tersebut agar tidak menjadi korban dari
kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. "Paling
lambat Kamis ini kami akan tetapkan tarif baru untuk
angkutan kota," janjinya.
Akibat aksi unjuk rasa tersebut sejumlah pengguna
angkutan kota menjadi terlantar. Para siswa dan
pelajar terpaksa berjalan kaki pulang kerumah karena
sulitnya mendapatkan angkot.
Pelajar SMP 1 dan SMP 2 di jalan Hasanuddin
berombongan pulang kerumahnya karena para sopir
menyetop angkutan kota yang melintas di depan sekolah.
Mereka memaksa sopir angkot untuk ikut berunjuk rasa.
"Saya so mandi keringat jalan-kaki ditengah terik
matahari karena tak ada angkot," kata Savitri pelajar
SMP 1.
Darlis-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|