|
Dua Bom Meledak di Rumah Bupati Wakatobi
Kamis, 16 Agustus 2007 | 16:51 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari:Sekitar pukul 02.00 WITA dini hari tadi, dua bom meledak di bagian belakang rumah jabatan Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut mengakibatkan tembok belakang rumah jebol.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, ledakan tersebut meninggalkan lubang sebesar 20 x 20 sentimeter persegi di pagar tembok belakang rumah jabatan Bupati Wakatobi. Selain itu, ledakan juga mengakibatkan kaca depan dua unit rumah warga yang terletak persis di belakang rumah jabatan bupati ikut hancur berantakan.
”Bunyi ledakan terdengar cukup keras sampai terdengar di rumah saya yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah jabatan Bupati Wakatobi,” kata Jafar, seorang warga setempat kepada Tempo melalui telepon, Kamis (16/8).
Menurut Kapolres Wakatobi, Ajun Komisaris Besar Erfan Prasetyo, dari hasil olah TKP yang dilakukan pihaknya, dua bom yang meledak itu merupakan bom rakitan berdaya ledak rendah.
”Dugaan awal kedua bom itu merupakan bom rakitan yang biasa digunakan oleh nelayan Wakatobi untuk menangkap ikan,” katanya.
Untuk mencari pelaku peledakan, polisi saat ini masih menyelidiki pihak-pihak yang diduga kuat terkait peristiwa peledakan bom tersebut.
Saat bom tersebut meledak, Bupati Wakatobi, Hugua, sedang tidur di kamarnya. ”Saya langsung terbangun mendengar bunyi keras di halaman belakang rumah,” katanya. Ia mengaku tak mengetahui pelakunya. ”Soal itu saya tidak tahu. Saya juga tidak sembarang menuduh,” katanya.
Peristiwa peledakan bom di rumah jabatan Bupati Wakatobi tersebut merupakan kejadian yang kedua kalinya. Sebelumnya, sekitar bulan Mei 2007, sebuah bom rakitan yang dikemas dalam botol ditemukan tepat berada di bawah mobil dinas bupati. Beruntung bom tersebut tidak sampai meledak. Petugas Satpol PP yang menemukan bom tersebut langsung melaporkannya ke polisi yang kemudian langsung menjinakkannya.
Dedy Kurniawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|