|
Wali Kota Kendari Bantah Telah Dinonaktifkan
Kamis, 16 Agustus 2007 | 17:21 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari:Wali Kota Kendari Masyhur Masie Abunawas bereaksi keras terhadap adanya pemberitaan yang menyebut dirinya telah dinonaktifkan oleh Menteri Dalam Negeri karena diduga terkait kasus korupsi.
"Siapa yang dinonaktifkan. Sampai saat ini saya belum pernah dipanggil, apalagi menerima surat dari Mendagri soal penonaktifan saya," katanya dengan nada berang kepada Tempo, Kamis (16/8).
Sebelumnya diberitakan sejumlah bupati/wali kota dinonaktifkan oleh Mendagri karena menjadi tersangka korupsi. Pemberitaan tersebut didasarkan keterangan Juru Bicara Depdagri, Saut Situmorang, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Masie juga membantah pihaknya melakukan korupsi dan telah diperiksa oleh KPK serta kasusnya telah mulai disidangkan. Menurut dia, selama ini belum pernah sekalipun pihaknya mendapat panggilan pemeriksaan dari KPK, kejaksaan atau polisi. "Jadi bagaimana mungkin saya mau disidang kalau diperiksa saja belum pernah," katanya.
Masie Abunawas menyatakan pihaknya merasa sangat dirugikan dengan adanya pemberitaan tersebut. "Secara pribadi, saya tidak terima baik pemberitaan ini karena terkesan mendiskreditkan saya. Ini pembohongan publik," tambah Masie yang juga berniat maju dalam Pilkada Gubernur Sulawesi Tenggara bulan November mendatang.
Masie mengatakan hasil konfirmasinya dengan pihak Depdagri juga menyebutkan lembaga tersebut tak pernah sekalipun menerbitkan surat keputusan terkait penonaktifan dirinya sebagai wali kota. Menurut Masie, hasil pembicaraannya dengan Direktur Bina Pejabat Negara Departemen Dalam Negeri, Sigit, ternyata mengakui tidak pernah memproses surat penonaktifan Masyhur Masie Abunawas seperti yang dimaksud dalam pemberitaan itu.
Meski mengaku sangat dirugikan dengan pemberitaan tersebut, Masie menyatakan tak berinisiatif untuk menempuh jalur hukum terkait pemberitaan itu. Ia lebih memilih menyelesaikan persolan itu lewat jalur yang santun, yakni dengan cara melakukan klarifikasi melalui sejumlah media setelah dirinya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkompoten dan kepada sumber dalam pemberitaan itu, khususnya ke pihak Departemen Dalam Negeri.
Dedy Kurniawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|