|
5 Warga Polewali Diperiksa Terkait Peledakan Jembataan Botto
Rabu, 22 Agustus 2007 | 18:34 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Tim penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memeriksa lima warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kelimanya diduga terlibat dalam peledakan bom di jembataan Botto dua pekan lalu. "Mereka masih diperiksa. Nanti setelah tujuh hari baru kami tetapkan statusnya, apakah mereka dijadikan tersangka atau hanya saksi," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Dwi Hartono, Rabu (22/8).
Kelima warga Polewali berinisial MB, Sy, Ar, AB dan AC, menjalani pemeriksaan sejak kemarin hingga hari ini. Mereka ditangkap tim detasemen khusus 88 anti teror Polda Sulsel, dua hari lalu.
Menurut Dwi, kelima warga itu merencanakan unjukrasa besar-besaran terkait dengan Pengajuan Kembali (PK) yang diajukan salah satu mantan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. "Kebetulan rencana itu hampir bersamaan dengan ledakan bom yang terjadi di jembatan Botto. Kami curiga adanya keterkaitan antara ledakan itu dengan rencana kegiatan unjukrasa yang akan mereka lakukan," katanya.
Ledakan yang terjadi di Jembatan Botto, menggegerkan warga di sekitar lokasi. Saat itu, polisi sempat membantah jika ledakan itu bersumber dari bom rakitan. Belakangan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik justru membantah pernyataan polisi tadi. Bom itu memang bom rakitan untuk ikan (bondet).
Tentang kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus ledakan Pasuruan, Jawa Timur, Dwi belum menemukan adanya korelasi, meski seorang tersangka ledakan Pasuruan adalah warga Makassar. Alasannya, lokasi ledakan keduanya sangat jauh. Kelima warga Polewali itu juga menyatakan tidak saling kenal dengan para tersangka di Pasuruan.
Irmawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|