Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rebutan Tanah Warga Palu Bentrok
Kamis, 18 Oktober 2007 | 16:46 WIB

TEMPO Interaktif, Palu: Dua kelompok warga Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis siang ini (18/10) serang menyerang menyusul saling klaim kepemilikan lahan yang masih berstatus tanah negara. Dua kelompok warga tersebut saling kejar dan melempar batu maupun benda lainnya. Untungnya aparat keamanan cepat datang ke lokasi. Sejumlah warga terlihat membawa senjata tajam berupa parang dan tombak.

Bentrokan tersebut dipicu oleh ulah oknum pegawai kelurahan Kawatuna, kecamatan Palu Timur dan anggota polisi yang menjual beberapa kavling tanah di lokasi yang berstatus quo itu.

Warga lalu terbagi dalam dua kelompok, pegawai Kelurahan dan anggota Polisi. Mereka saling patok mematok tanah kosong tersebut. "Puncaknya, setelah patok-patok milik warga Lasoani dicabuti pada hari Rabu (16/10)," kata Nasir (50), warga Lasoani.

Menurut Nasir, tanah yang berada di perbukitan dan hanya berjarak sekitar 10 kilometer arah timur jatung Kota Palu itu telah dikelola oleh warga Lasoani sejak tahun 1986. "Pemerintah sesungguhnya sudah meminta warga menghentikan aktivitas di lokasi tersebut. Belakangan terjadi aksi jual-beli yang dilakukan oleh oknum pemerintah dan aparat keamanan, bahkan adanya klaim kepemilikan dari warga lain," katanya.

Camat Palu Timur, Sadly Lesnusa, saat dihubungi terpisah mengatakan lokasi yang diperebutkan oleh warga Lasoani dan warga Kawatuna itu masih berstatus tanah negara. Klaim kepemilikan berawal tahun 1986 saat lokasi tersebut akan dijadikan areal reboisasi dengan pelibatan warga masyarakat.

Ia menyebutkan Program tersebut batal dan sejak itulah sejumlah warga mulai mengklaim tanah tersebut miliknya. Dalam perjalanannya aksi saling klaim semakin marak karena tanah tersebut tidak diolah.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, pada kesempatan yang sama menambahkan, pada awal September 2007 Pemkot Palu menfasilitasi pertemuan antara warga Kawatuna dan warga Lasoani yang masing-masing mengklain areal tersebut. Dalam pertemuan itu kedua warga menyepakati, menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengkonsolidasikan tanah tersebut dan kedua warga menahan diri tidak melakukan aktivitas di lokasi sengketa. "Namun ada yang melanggar kesepakatan tersebut," ujarnya.

Sekitar satu kompi anggota polisi dipimpin Kapolresta Palu AKBP Sunarto berhasil melerai pertikaian antara warga Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur dengan warga Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Palu Selatan "Situasi sudah dalam pengendalian aparat keamanan," kata Sunarto yang ditemui di lokasi kejadian.

Darlis

Dari Arsip Majalah TEMPO
Belum Kampanye, Sudah Tawur  | 15 Desember 1998
Furkon Digandeng Militer, Nikmat Membawa Sengsara  | 17 November 1998
PPP-PKB Bentrok, Enam Tewas  | 04 Mei 1999
Kampanye itu Apa, Bung?  | 13 April 1999
Mereka Harus Melepas Jaket Kuning  | 13 April 1999
Golok dan Pedang Dipesan, Pil Gotri Ditelan  | 09 Pebruari 1999
Agar Peluru Tak Sampai Melesat  | 29 Desember 2003
Aksi Massa dan Mobokrasi  | 28 Mei 2001
Teror Politik Rumput Terbakar Konflik  | 28 Mei 2001
Bentrok Menjelang Nyepi  | 15 April 2002
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Takut Bentrokan Berlanjut, Warga Sembunyi di Hutan
Massa dan Keluarga Bekas Wali Kota Bentrok
Pasca Bentrok, Kondisi Yogyakarta Berangsur Normal
Dua Jenazah Korban bentrokan Massa Betawi dimakamkan
Ketua Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara Jadi Tersangka
Universitas Islam Sumatera Utara Buka Posko Korban Bentrokan
Mahasiswa UISU Serbu Polsek Medan Kota
Kampus Universitas Islam Sumatera Utara Rusuh
Warga Desa Bentrok, Satu Tewas
Kota Ngawi Genting, Dua Kelompok Pesilat Saling Ancam
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk109725 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jalur Busway Ragunan Macet Total
Ongkos Haji Plus Naik US$ 500
Tidak Ada Lagi Kenaikan BBM
Seleksi Lembaga Perlindungan Saksi Dimulai Besok
Komisi Yudisial Jadwalkan Periksa Khaidir

<< October,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data