|
Unjukrasa Masyarakat Adat Terkait Revitalisasi Karebosi Ricuh
Senin, 03 Desember 2007 | 16:27 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Unjuk rasa warga untuk menentang proses revitalisasi Lapangan Karebosi berakhir ricuh, Senin (3/12). Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adat Sulawesi Selatan membongkar pagar seng yang menutupi proyek revitalisasi Karebosi. Polisi mencoba mencegah namun tidak diindahkan pengunjuk rasa.
Keributan tak terhindarkan lagi. Polisi menangkap lima pengunjuk rasa yang diduga sebagai provokator. Seorang wartawan nyaris menjadi korban kemarahan polisi. Anggota Samapta Polwiltabes Makassar bernama Bripda Asri Wahyudi mencoba merampas kamera milik wartawan tadi. Namun upaya itu gagal meski tali kamera putus.
Koordinator aksi yang juga ketua lembaga pemangku adat Sulawesi Selatan M. Ridwan Daeng Tompo mengatakan, aksi mereka untuk memprotes revitalisasi Lapangan Karebosi karena lahan di sana bukan milik pemerintah kota Makassar. “Itu milik rakyat Sulsel. Dulunya tempat ini merupakan tempat berkumpulnya raja-raja di Sulawesi Selatan bersama rakyatnya,” kata dia.Karena itulah warga menentang kebijkan pemerintah yang menjual lahan itu kepada PT Tossan. (Irmawati)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|