Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Tewas Ditikam Saat Amankan Eksekusi Tanah
Kamis, 06 Desember 2007 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:Seorang anggota Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, Brigadir Satu Dasril, tewas ditikam saat mengamankan eksekusi tanah di Desa Belo, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (6/12). Selain korban tewas, dua aparat dan satu warga luka-luka.

Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Dwi Haryanto, mengatakan Dasril tewas terkena tikaman badik di bagian belakangnya. Selain korban tewas, dua aparat juga luka-luka, yakni Brigadir Kepala Amir Situru dan Brigadir Dua Mansyur. Keduanya saat ini dirawat di RSU Jeneponto dalam kondisi kritis.

Selain dari pihak aparat, korban jatuh dari pihak warga, yakni M Basri, yang ditembak oleh polisi karena hendak menikam Dasril untuk kedua kalinya.

Menurut Dwi, polisi dalam hal ini bertugas mengamankan proses eksekusi yang telah ada putusan pengadilannya. Pelaksanaan eksekusi ini adalah yang kedua kalinya, karena yang pertama batal dengan pertimbangan risiko keamanan. "Polisi dalam hal ini tidak mengamankan pemenang eksekusi, tetapi mengamankan proses eksekusi tersebut," katanya.

Dalam proses pengamanan ini polisi sudah melakukan sesuai prosedur, yakni menyampaikan rencana eksekusi tersebut dan melakukan negosiasi. Namun, tetap ada perlawanan dari ratusan warga yang telah dilengkapi tombak, badik dan parang.

Aparat yang diturunkan untuk pengamanan sekitar 68 orang dari Polsek Kelara dan jajaran Polres Jeneponto, ditambah 25 anggota Koramil. "Jumlah anggota ini tidak sebanding dengan jumlah warga," tambahnya.

Kasus eksekusi tanah seluas 200 meter persegi ini dimenangkan oleh Mariyati, sementara di atas tanah tersebut terdapat rumah milik Sudirman yang masih saudara Mariyati.

Irmawati

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kakek Pembunuh Cucu Ditangkap
Pemerkosa dan Pembunuh Balita Divonis 13 Tahun Penjara
Eksekusi Tanah Sengketa Pepabri-Depkominfo Ditunda
Dukun Pambantai Diancam Hukuman Mati
Dukun Pembantai Delapan Warga Diancam Hukuman Mati
Berebut Kamar, Teman Sendiri Ditusuk
Istri Pegawai Bank Mandiri Diduga Dibunuh
Pembunuh Ahli Gizi Divonis Seumur Hidup
6 Anggota Kodim Solok Dihukum dan Dipecat
Sidang PK Pembunuhan Munir Mengkonfrontir Ongen dan Penyidik Polri
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113015 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data