|
Bayi Korban Banjir Meninggal di Pengungsian
Kamis, 20 Desember 2007 | 16:48 WIB
TEMPO Interaktif, Gorontalo:Bayi bernama Utu Bintua, 1 tahun 3 bulan, yang mengungsi bersama orang tuanya dari lokasi banjir di Kelurahan Bugis, Gorontalo, meninggal hari ini.
"Di tempat penampungan Bele li Mbui bayi ini meninggal karena sesak napas," kata Dedy Kadullah, Sekretaris Satuan Pelaksana Posko Penanggulangan Banjir, Kamis (20/12).
Menurut Dedy, banyak bayi dan lanjut usia yang mengungsi menderita sakit. Di lokasi pengungsian sendiri telah diupayakan pengobatan oleh paramedis.
Dia mengatakan sudah 20 kelurahan yang terendam banjir. Lokasi banjir menyebar di Kecamatan Kota Timur, Kota Selatan, Kota Utara dan Kota Barat. Di Posko Penanggulangan tercatat sebanyak 18 ribu warga di lokasi pengungsian. Jumlah ini belum termasuk yang mengungsi di rumah-rumah keluarga dan kerabat.
Dari pantauan Tempo, hingga Kamis sore banjir di Kota Gorontalo belum surut. Air masih terus naik. Mendung disertai hujan juga masih mengguyur Gorontalo.
Banjir lumpur dan longsor juga masih terjadi di Kelurahan Botu, Leato Selatan dan Leato Utara. Longsor ini antara lain akibat aktivitas penambangan galian c. "Pak Gubernur (Gorontalo Fadel Muhammad) meminta tambang galian c ini ditata dengan baik," kata Sekretaris Pemerintah Kota Gorontalo AW Thalib.
Banjir bandang juga menerjang Kabupaten Bone Bolango. Sebanyak 10 rumah rusak karena terseret banjir.
Verrianto Madjowa
INDEKS BERITA LAINNYA :
|