Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Palu Keluhkan Kelangkaan Gas
Rabu, 02 Januari 2008 | 15:37 WIB

TEMPO Interaktif, Palu:Warga Kota Palu dan sekitarnya mengeluhkan kelangkaan gas elpiji di tingkat pengecer. Kalau pun ada, hanya terdapat satu-dua tabung dan harganya sudah melambung tinggi mencapai Rp 100 ribu.

Dari pantauan di lapangan, harga gas elpiji mencapai kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu di toko eceran. Meski demikian, tidak semua toko yang mempunyai gas elpiji mau menjualnya. Alasannya, untuk persediaan pribadi.

Salah seorang warga Kelurahan Lolu Selatan mengatakan sejumlah toko penjual gas elpiji di seputaran Jalan Emy Saelan sudah tidak menjual gas elpiji. Para penjual beralasan stok yang disediakan sudah habis. "Kalau pun ada yang menjualnya, harganya pun sudah mencapai Rp 100 ribu," ujarnya.

Pihak Pertamina Cabang Palu mensinyalir ada oknum penimbun elpiji yang sengaja memanfaatkan situasi akibat kelangkaan minyak tanah yang terjadi saat ini. ”Suplai kita 3.000 tabung elpiji. Seluruh tabung ini didistribusikan langsung ke puluhan agen yang berada di Sulteng dan 14 agen di antaranya berada di Kota Palu,” kata Samsuddin Umar, pengurus Hiswanamigas Palu.

Dia mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan elpiji ini, masalah kebutuhan minyak tanah harus diperbaiki terlebih dulu. Soalnya, para penimbun elpiji ini mulai bermain hanya untuk memanfaatkan situasi kelangkaan minyak tanah saat ini.

Karena itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji dan minyak tanah tersebut, aparat kepolisian yang mestinya lebih proaktif. Para pelaku penimbun minyak tanah harus diusut tuntas.

Juru bicara Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Irfaizal Nasution, mengatakan telah membekuk dua pengusaha penimbun gas elpiji. Mereka adalah pengecer untuk wilayah Palu Barat. Namun Irfaizal belum menyebutkan nama pengusaha penimbun gas elpiji tersebut.

Darlis


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengusaha Minta Standar Kandungan Lokal Tabung Gas
Pengadaan Tabung Gas 2008 Diminta Tanpa Impor
Yogyakarta Minta 300 Ribu Tabung dan Kompor Gas
Kenaikan Harga Gas Tunggu Formula Harga
Biaya Angkut Gas Pipa Sumsel-Jabar US$ 1 per mmbtu
Pabrik Pupuk Diminta Hemat Gas
Depok Belum Tetapkan Agen Isi Ulang Gas Gratis

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114608 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data