Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kepala Polsek di Ambon Terlibat Bentrok dengan Warga
Senin, 03 Maret 2008 | 13:58 WIB

TEMPO Interaktif, Ambon:Kepala Kepolisian Sektor Gorom Ipda M.N.Arey terlibat bentrok dengan warga. Latar belakang bentrok hanya karena senggolan waktu joget. "Kapolsek menghadiri acara penikahan atas undangan keluarga," kata Kepala Kepolisian Resor Seram Bagian Timur Amin Kilwawa, di Ambon, Senin (3/3).

Menurut Amin, bentrok ini mengakibatkan seorang warga Gorom dan seorang polisi dari Kepolisian Sektor Gorom, luka-luka.

Amin menceritakan, peristiwa bentrok ini terjadi Sabtu (1/3) dini hari. Semula warga menggelar acara joget pada acara pernikahan di rumah Ahmad Rumadan. Ketika berjoget, M.Gazali Rumadan, turun melantai bersebelahan dengan Kepala Kepolisian Sektor Gorom Ipda M.N.Arey.

Saat melantai itu, Gazali beberapa kali menyenggol Ipda Arey. Melihat gelagat tak baik, Kepala Kepolisian Sektor Gorom menegur Gazali agar berhati-hati. Rupanya pemuda itu tak menggubris peringatan Arey.

Bripda Zainal Wakanno dan Bripda Syamsu Alam, dua anak buah Arey, menarik Gazali keluar dari pesta joget. Di luar acara, Bripda Wakanno memukul Gazali dengan popor senjata pada bagian kepala.

Warga masyarakat tak tinggal diam. Sekelompok warga
bersama orang tua Gazali, Hamis Rumadan, mengamuk. Hamis Rumadan, kata Amin, ternyata membawa parang. Bripda Syamsu Alam dibacok bagian punggung. Adapun Bripda
Zainal Wakanno, melarikan diri.

Arey dan satu angota polisi lain mencoba melerai bentrokkan itu, namun tak mampu menghentikan warga yang beringas. Arey justru dikejar warga setempat dan berlindung di dalam rumah seorang warga.

Peritiwa itu baru reda setelah Bripda Abu Hasan Rumbawa, memberikan jaminan masalah ini akan diproses hukum. Saat ini Gazali dan Bripda Syamsu Alam dirawat di Puskesmas
Kataloka, Gorom. Sedangkan Hamis Rumadan digiring ke Polres dimintai keterangannya.

"Kehadiran polisi saat itu untuk memberikan pengamanan," kata Amin kepada wartawan, Senin (3/3).

Mochtar Touwe

Dari Arsip Majalah TEMPO
Cap Buruk Polisi Belum Luntur  | 20 April 1999
Kembalinya Hamba Wet?  | 06 April 1999
Polisi, Setelah Disapih  | 06 April 1999
Agar Netralitas Kepolisian Terjaga  | 02 Agustus 2004
Adrian Kabur karena Polisi | 25 Oktober 2004
Menyeret Para Pentolan  | 09 Juni 2003
Dua Anggota JI Ditangkap  | 09 Juni 2003
Usut Polisi yang Salah Tembak  | 02 Juni 2003
Senjata Polisi Salah Dor Lagi  | 02 Juni 2003
Dua Wajah Ali Imron  | 26 Mei 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Organisasi Internasional Bantu Polisi Pemahami HAM
Kapolda Se-Sumatera Bahas Penanggulangan Bencana
Jepang Hibahkan Tiga Kapal Patroli untuk Polisi Air
Polisi Tembak Mahasiswa UGM Tanpa SIM
Polri Bangun Lima Pangkalan Polisi Air
21 Lampu Lalu Lintas Mati
Abu Dujana Cs Segera Dibawa ke Jakarta
Kapolri Diancam Akan Dibunuh
Polisi Limpahkan Berkas Kasus Lapindo
TNI-Polri Bentrok Di Papua, Satu Tewas
> selengkapnya...

Referensi

Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Profil Kapolda Metro Jaya
Keppres No. 70/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Polri

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118456 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data