|
Kota Gorontalo Lumpuh
Senin, 07 April 2008 | 17:50 WIB
TEMPO Interaktif, Gorontalo:Perekonomian Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, lumpuh sepanjang Senin (7/4). Ribuan massa yang turun ke jalan meminta semua toko, pusat perbelanjaan dan dealer ditutup. “Tidak benar Kota Gorontalo dalam keadaan aman,” kata Jasman Abdjul, salah satu pendemo.
Ribuan massa ini melakukan unjuk rasa karena pasangan calon wali kota dan wakil wali kota AW Thalib-Ahmad Yani Suratinojo (Wahyu) yang mereka dukung dibatalkan pencalonannya oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Gorontalo. Pasangan ini diusung Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat.
Massa yang berkeliling di pertokoan dan jalan raya di pusat kota kemudian mendatangi kantor redaksi media elektronik, seperti RRI, TV Kabel Mimoza dan TVRI Gorontalo.
Di RRI Gorontalo massa meminta pernyataan mereka disiarkan secara langsung. Di depan RRI, massa membakar ban bekas. Dari RRI massa menggelar aksi di halaman kantor redaksi TV Kabel Mimoza. Setelah berorasi, aksi dilanjutkan di TVRI Gorontalo. “Kami minta media independen. Sepanjang pilwako media, termasuk TVRI, tidak independen,” ujar Jasman.
Dengan menggunakan sepeda motor, bentor (becak motor) dan truk, massa melanjutkan aksi ke perlimaan di Jalan Andalas. Di tempat ini massa menurunkan dua spanduk Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Gorontalo. Spanduk dengan tulisan “Panwas bersama masyarakat siap mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada Kota Gorontalo itu” dibakar massa.
Dalam aksi ini massa membawa poster dengan tulisan “Sebagai Gubernur mestinya Fadel (Gubernur Fadel Muhammad) lebih mengutamakan kepentingan rakyat dan bukan malah mengutamakan kepentingan partai.”
Aksi massa ini mendapat pengawalan ketat ratusan aparat keamanan gabungan dari Polres Gorontalo, Polda Gorontalo, Polres Bone Bolango, TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Sepanjang Senin, Kantor KPUD Kota Gorontalo juga dijaga ketat aparat kepolisian.
VERRIANTO MADJOWA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|