|
Minyak Tanah dan Gas Langka di Samarinda
Selasa, 08 April 2008 | 14:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Minyak tanah (mitan) dan gas elpiji semakin sulit di peroleh. Kalau pun ada harganya pun terus naik. Jika sebelumnya harga minyak tanah hanya Rp 2500, kini naik menjadi 3500 per liter.
Berdasarkan pantauan Tempo, ratusan warga tampak antre di salah satu agen mitan di Jalan DR Soetomo Samarinda. Ratusan jerigen ditaruh di depan agen itu. Padahal agen itu hingga hari ini belum mendapat pasokan minyak tanah dari Pertamina.
Hal serupa terjadi pada gas. Sejak sepekan sebelumnya warga mengaku kesulitan mendapatkan gas. "Tabung gas saya sudah kosong, saya cari di pengecer juga kosong, terpaksa mencari minyak tahah," ujar Ibnul, warga Sempaja, Samarinda.
Berbeda dengan Ibnul, Bayu warga Sempaja berhasil mendapatkan elpiji Sabtu malam lalu. "Itu pun harganya Rp100.000. Saya ambil saja daripada tidak ada," kata Bayu.
Berdasarkan pantauan di PT Sumber Gas, salah satu Agen di Kompleks Pergudangan Samarinda pasokan elpiji dari Pertamina terus mengalir. Pembeli yang datang dengan menggunakan mobil dengan permintaan masing-masing lebih dari 5 tabung. Selain itu ada pula yang membawa tabung takaran 50 Kg satu sisanya sekitar 7 tabung takaran 12,5 tabung.
Setiap hari agen tersebut mendapatkan pasokan lebih dari 300 tabung. Sebulan PT Sumber Gas mendapatkan jatah 5.800 tabung.
"Sama saja seperti bulan lalu," kata Hendrik pemilik agen gas itu. Menurut dia, sejak beberapa hari terakhir ini penjualan elpiji takaran 12,5 kilogram laku keras. Pertamina tak melayani penambahan permintaan, kecuali gas dengan takaran 50 kilogram.
Firman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|