|
Kepulauan Riau Gandeng Pengrajin Yogya
Selasa, 22 April 2008 | 12:07 WIB
TEMPO Interaktif, Tanjungpinang:
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggandeng pengrajin dari Yogyakarta untuk mengembangkan berbagai kerajinan tangan di Kepri. "Kami telah mengirim 20 orang anak didik untuk latihan dan menimba ilmu di Yogya," kata Aida Ismeth Abdullah, Ketua Pusat Kerajinan Tangan Kepri.
Menurut dia, Yogya dipilih karena hasil kerajinannya sudah menembus pasar mancanegara. Saat ini Kepri tidak memiliki hasil kerajinan tangan yang bisa dibanggakan. " Untuk oleh-oleh saja Kepri masih pesan dari Yogya," ujar Aida di hadapan para calon pengrajin ketika membuka tempat kerja para pengrajin di Tanjungpinang.
Padahal, kata Aida, Kepri memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan kerajinan tangan, seperti batok kelapa, kayu mangrove, kerang dan batu-batuan. Benda-benda itu kalau dibuat kerajinan bisa memiliki nilai jual.
Dengan adanya pusat kerajinan tangan, menurut Aida, dapat membantu masyarakat meningkatkan penghasilan mereka. " Jadi warga tidak hanya jadi nelayan," ujar Aida,
Zulaiha, asal Terempa Natuna mengaku, sejak mengikuti pelatihan kerajinan tangan ini, dunia terasa lebar. "Dulu, pagi memlempar jaring, lalu keesokan harinya mengangkat jaring. Hasilnya dijual ke tengkulak," kata wanita yang belajar menyulam kerang di pusat kerajinan itu.
Gubernur Kepulauan Riau, Drs.H Abdullah berharap kerajinan tangan ini menjadi ikon Kepri dan pihaknya akan membantu usaha ini sampai produknya memiliki nilai jual. Pemerintah Daerah Kepri mengeluarkan dana senilai Rp 1 miliar untuk membangun sarana pelatihan dan ruang etalase.
Rumbadi Dalle
INDEKS BERITA LAINNYA :
|