Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Selatan Ajukan Izin Ekspor Beras
Rabu, 23 April 2008 | 17:38 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:Sulawesi Selatan sebagai salah satu penghasil beras yang mengalami surplus setiap tahunnya sekitar 1,3 juta ton, sehingga memungkinkan untuk melakukan ekspor beras.

Dengan kondisi itu, Gubernur Sulsel akan meminta izin ke pemerintah pusat untuk melakukan ekspor. "Kalau sebagian dari surplus ini bisa diekspor, maka akan memberikan nilai tambah untuk pendapatan asli daerah," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Selatan, Lutfi Halide, yang dihubungi, Rabu (23/4).

Sulsel memiliki keistimewaan karena produksi petani berlangsung sepanjang tahun di wilayah bagian barat dan timur. Luasan panen di Sulsel mencapai 729 ribu hektare dengan jumlah produksi gabah 3,3 juta ton. Dari jumlah produksi ini terjadi surplus setiap tahunnya 1,3 juta ton.

Menurut Lutfi, jika izin ekspor tidak didapatkan, pihaknya berharap pemerintah pusat memberikan kompensasi khusus kepada petani, yakni menaikkan patokan harga gabah, agar petani bersemangat meningkatkan produksinya untuk menyuplai kebutuhan dalam negeri.

Kebijakan menaikkan patokan harga gabah dalam negeri akan sangat membantu petani, apalagi saat ini harga gabah sangat rendah, untuk gabah kering panen (GKP) harga beli di petani Rp 1.800.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Nasional Andalan (KTNA) Sulsel, Abdul Rahman Tayang, mengaku tidak setuju dengan rencana ekspor beras di Sulsel untuk mempertahankan stabilitas pangan dalam negeri.

Menurut Rahman, yang perlu diperbaiki pemerintah adalah meningkatkan nilai beli terhadap produksi petani. "Jika harga dalam negeri bagus, maka petani juga akan lebih bersemangat," katanya.

Harga pangan di luar, seperti beras, cukup menggiurkan, karena perbedaannya yang cukup jauh. Seperti di Malaysia dan Filipina harga beras Rp 7.000/kg sementara di Sulsel Rp 4.500/kg. Kondisi ini cukup menggiurkan dan sangat rawan penyelundupan, karena dua negara tetangga, Malaysia dan Brunei, sudah memiliki hubungan dagang dengan sejumlah pedagang asal Sulsel.

Dalam hal ini pemerintah provinsi harus mengantisipasi agar tidak terjadi penyelundupan beras ke luar negeri khususnya ke Malaysia melalui jalur perdagangan antarpulau.

Hari ini dilakukan panen raya di wilayah Kabupaten Maros oleh para petani dan dihadiri langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Irmawati

Dari Arsip Majalah TEMPO
Akan Ada Raja Beras Baru?  | 27 Oktober 1998
Bisnis Sepekan | 08 November 2004
Badan Urusan (Logistik) Pesawat  | 29 Juni 2003
Penjelasan Bulog  | 29 Juni 2003
Barter: Bisa Untung, Bisa Rugi  | 23 Juni 2003
Akibat Pesawat Ditukar Beras…  | 23 Juni 2003
Bisnis Sepekan | 26 Januari 2004
Intaian di Balik Tata Niaga  | 19 Januari 2004
Politik Beras  | 26 Mei 2003
Bupati Sampang Bebas  | 12 Januari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga Beras di Jambi Naik
Bulog Tak Akan Ekspor Beras Tahun Ini
Pemerintah Izinkan Ekspor Beras
Paser Menjadi Lumbung Padi Kalimantan Timur
Bantul Sediakan Rp 3,5 Miliar untuk Beli Gabah Petani
Perkebunan Akan Disiapkan Menjadi Lahan Tanaman Pangan
Pengadaan Beras Bulog 2008 Naik 38 Persen
Bulog Tunggu Inpres Harga Pembelian Beras 2008
Pengiriman 200 Karung Beras Bulog Sesuai Prosedur
Stok Beras Nasional Aman
> selengkapnya...

Referensi

Skandal Bulog
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.68 Thn 2002 Tentang Ketahanan Pangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121878 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data