|
Pengurus Golkar Sulawesi Tenggara Dibekukan
Selasa, 13 Mei 2008 | 15:17 WIB
TEMPO Interaktif, Kendari:Pro-kontra tuntutan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di tubuh DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara akhirnya berakhir, setelah pihak DPP Golkar mengeluarkan putusan pembekuan seluruh pengurus di partai berlambang beringin di daerah itu. Bahkan, DPP Golkar juga memberhentikan Ali Mazi dari jabatan Ketua Partai Golkar Sulawesi Tenggara
Dalam Surat Keputusan DPP Partai Golkar bernomor Kep-217/DPP/Golkar/V/2008 tertanggal 12 Mei 2008 dan ditandatangani Wakil Ketua Umum Agung Laksono serta Sekretaris Jenderal, Sumarsono, dinyatakan bahwa pembekuan itu dilakukan terkait dengan pelaksanaan Musdalub Partai Golkar Sulawesi Tenggara.
"Artinya, DPP Partai Golkar menyetujui aspirasi kami yang menginginkan Musdalub," kata Ketua Partai Golkar kabupaten Kolaka Utara, Sutan Harahap, kepada Tempo di Kendari, Selasa (13/5).
Menurut salah satu pendukung Musdalub ini, untuk mengisi kekosongan kepengurusan Golkar Sulawesi Tenggara, dalam surat itu juga dinyatakan pihak DPP Golkar menunjuk 11 orang sebagai caretaker sekaligus penangunggung jawab dan penyelenggara
Musdalub.
Sebelas orang caretaker yang diketuai Syamsul Muarif ini, seluruhnya merupakan pengurus DPP Partai Golkar, yakni Wakil Ketua terdiri dari Tadjuddin Noer Said, Iskandar Mandji dan Rully Chairul Azwar, Sekretaris Fatommy Asaari, Wakil Sekretaris Ibnu Munjir, dibantu sejumlah anggota, yakni Suhaeli Kalla, Muhidin M Said, Oheo Sinapoy, Harry F Sohar dan Syamsul Zakaria.
"Nah, dalam Musdalub yang dijadwalkan berlangsung paling lambat 31 Mei mendatang, pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara yang dibekukan diberikan waktu dan ruang untuk mengklarifikasi sekaligus memberikan laporan pertanggungjawaban dalam Musdalub," kata Sutan.
Sementara itu, Ketua Golkar Sulawesi Tenggara nonaktif, Ali Mazi, yang hendak dikonfirmasi, tak bisa dihubungi. Berulangkali telepon selulernya dihubungi, namun tidak pernah aktif. Informasi yang diperoleh menyebutkan, sejak kalah dalam Pilkada Gubernur Sulawesi Tenggara bulan Januari lalu, Ali Mazi lebih banyak berada di Jakarta.
Dedy Kurniawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|