Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kepulauan Riau

Presiden Yakinkan Tidak Ada Pungli Kepada TKI
Rabu, 03 November 2004 | 14:14 WIB

TEMPO Interaktif, Tanjung Pinang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pungutan liar di seluruh sektor yang ada di tanah air harus diberantas. Ini merupakan bentuk perlindungan terhadap warga negara Indonesia.

Hal itu dikemukakan Presiden di hadapan ratusan TKI ilegal yang didepak pemerintah Malaysia di Balai Latihan Kerja, KM.8,5, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (3/11).

Yudhoyono menegaskan pemerintah akan melindungi TKI ilegal dari pungutan liar. Oleh sebab itu, instansi terakit harus proaktif memperhatikan kepulangan TKI ke daerah masing-masing dengan cermat sehingga tidak terjadi pemerasan TKI.

Dijelaskannya, pemerintah akan berusaha membuka lapangan kerja di tanah air terutama di bidang pertanian. Meski demikian bukan berarti pemerintah melarang TKI untuk bekerja di luar negeri, tapi harus memenuhi persyaratan sesuai aturan yang berlaku. "Jadi tidak menjadi TKI ilegal lagi," ujarnya.

Presiden mengatakan, ditaksir ada sekitar 700.000-an TKI ilegal yang akan dipulangkan ke Indonesia. Ini artinya akan menambah pengangguran di tanah air. Pengangguran yang ada sekarang mencapai 10,3 juta orang. Dengan pulangnya TKI yang mencapai 700.000 orang itu maka pengangguran menjadi 11 juta orang. Rencana pemerintah membuka lapangan kerja di tanah air tidak seperti mambalik telapak, ada prosesnya. "Jadi sabar," pintanya.

Susilo menjelaskan, dirinya telah bertemu Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi sehari setelah dilantik menjadi Presiden. Dalam pertemuan itu dibahas masalah TKI yang ada di Malaysia dan Presiden minta pemerintah Malaysia tetap menerima TKI bila sesuai aturan. "Kalian (para TKI) adalah pahlawan, jadi akan jadi perhatian pemerintah.Jangankan ratusan ribu, satu orang pun akan diperhatikan," tegas Presiden.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah mengatakan, memasuki hari ke-5 pemulangan TKI dari Malaysia, tercatat 3.930 orang ke beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Batam dan Karimun. Sebagian besar telah melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halaman masing-masing baik dengan kapal laut atau pesawat udara.

Rumbadi Dalle - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Calo SPLP TKI di KBRI Kuala Lumpur
Depsos Ajukan Anggaran Tambahan Untuk Pulangkan TKI
Menteri Fahmi ke Malaysia Selesaikan TKI Ilegal
Pemerintah Siapkan 13 Ribu Bus Angkut TKI
Rapat DPD dengan Para Menteri Mulai Besok
Presiden Besok Jemput TKI di Riau
Presiden Bantah Larang Menterinya Ke DPR
Menteri Fahmi Idris Siang Ini Tiba di Kuala Lumpur
Dokumen Kekayaan Menteri Fahmi Idris Belum Lengkap
Pemerintah Akui Pelayanan Terhadap TKI Belum Memuaskan
> selengkapnya...


Referensi

Profil Susilo B. Yudhoyono
Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data