|
Lanal Dumai Tangani 64 Kasus Penyelundupan
Sabtu, 01 Januari 2005 | 21:05 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru: Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai sepanjang tahun 2004 menangani 64 kasus tangkapan kapal, mulai dari dugaan membawa kayu selundupan, gula, pupuk hingga pakaian bekas illegal dari dan ke Indonesia.
Komandan Lanal (Danlanal) Dumai, Nora Lelyana mengatakan, 64 tangkapan yang dilakukan pihaknya, sebanyak 35 kasus di antaranya sudah diputus. Sedangkan sisanya yakni 20 tangkapan lain prosesnya sedang ditangani instansi terkait, dan dalam proses penyidikan. ?Sembilan kasus yang sedang dalam proses penyidikan itu diharapkan bisa selesai awal 2005,agar kasus-kasus penyelundupan tidak menumpuk,? katanya, Sabtu (01/01).
Dia tidak merinci nilai kerugian pemerintah yang ditangani Lanal Dumai dari kasus-kasus itu. Menurutnya, pihaknya pada tahun 2005 akan semakin meningkatkan pengawasan di teritorial kerja Lanal Dumai sebagai salah satu lalulintas barang-barang yang akan diselundupan. Untuk mengetahui benar atau tidaknya barang yang dibawa, kapal itu juga diperiksa dan dipastikan oleh petugas instansi yang mengetahui benar soal keabasahan dokumen seperti Bea Cukai.
Dia memberi contoh soal kasus empat kapal yang diamankan pihaknya pada 30 Oktober 2004 karena diduga membawa gula illegal dari Malaysia. Tapi setelah dilakukan pengecekan bersama instansi terkait lainnya seperti Bea Cukai, kata dia, akhirnya Lanal Dumai melepas empat kapal pengangkut 1.000 ton gula pasir asal Malaysia yang semula ditahan di perairan Dumai.
Evalisa Siregar?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kayu gelondongan selundupan eks MV. Kum Jin Gang yang ada di Basis TNI-AL, Surabaya, Jawa Timur. [Citrawijaya Lim; 20040331].](/hg/photostock/2004/12/27/s_FJ2004033101_high_thumb.jpg) |
![Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Eddy Abdurrahman (kiri), dan GM Phillip Morris Indonesia (kanan) dalam acara pembakaran pakaian bekas dan rokok selundupan di Medan, Sumatera Utara, 21 Mei 2004. [TEMPO/ Hendra Suhara; Digital Suhara; 20040521]](/hg/photostock/2004/12/07/s_HS04052141_high_thumb.jpg) |
|
|
| Eddy Abdurrahman dan GM Phillip Morris Indonesia
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|