|
Metro
Penumpang Bus Jurusan Medan-Aceh Membludak
Senin, 03 Januari 2005 | 15:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Membludaknya arus penumpang udara dan susahnya pesawat sipil terbang ke Banda Aceh, membuat warga mencari alternatif angkutan dengan bis umum. Akibatnya bus jurusan Medan-Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diserbu calon penumpang.
Para penumpang itu, umumnya warga Aceh diperantauan yang kembali untuk menjenguk dan mencari kerabatnya yang hilang. Rata-rata mereka datang dari Padang, Pakan Baru, Batam, Jakarta dan kota lainnya.
Pantauan Tempo, sejak kemarin hingga hari ini, semua
bus penumpang umum seperti Kurnia, Anugerah, Pusaka,
Pelangi dan PMTOH penuh sesak malah ada berdiri bagi
penumpang yang naik di jalan. Loket di kawasan Jalan
Gajah Mada kewalahan menampung arus penumpang. Begitu
juga dengan loket pembantu di kawasan Terminal Amplas.
Pemilik bus tidak menaikkan ongkos penumpang yang
berkisar antara Rp.50 hinga Rp.60 rinu.
"Meskipun penumpang antrian sejak pasca musibah, namun
ongkos bus tetap seperti biasa tidak dinaikkan", kata
Miftahudin, seorang penjaga loket bus Kurnia di
Stasiun Bus Jalan Gajah Mada Medan, Senin,03/01
Selain bus umum juga banyak mobil carteran jenis
Toyota Kijang, Panther atau L 300 dicarter untuk
tujuan Banda Aceh, Lhok Seumawe. Tak ketinggalan
kalangan wartawan nasional dan asing juga mencarter
khusus mobil travel.
"Banyak rekan kita terpaksa mencarter mobil ke Aceh,
karena pesawat penuh. Cun ongkosnya menggila naik
drastis. Untuk sampai ke Banda Aceh kita carter Rp.1
juta per hari. Bahkan ada yang minta Rp.2 juta per
hari. Tapi mau apalagi kondisinya begitu,"ungkap
Maskur, koresponden BBC London di Medan.
Bambang Soed-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|