|
Sumatera Selatan
Gubernur Sumsel Diduga Korupsi Dana PON Rp 59 Miliar
Jum'at, 14 Januari 2005 | 01:09 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan belum melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan korupsi dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI sebesar Rp 59 miliar yang yang melibatkan Gubernur Sumsel seperti yang dituduhkan oleh Palembang Corruption Wacth (PWC) ke Komisi Pembarantasan Korupsi, dua hari lalu.
Namun, Kajati Sumsel Andi Syafaruddin, Jumat (14/1), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel masih mempelajari dan memantau perkembangan kasus tersebut. Kejati sampai sekarang belum mendapat laporan soal dugaan korupsi tersebut. Tetapi sebagai penegak hukum, Kejaksaan mempelajari dan memantau perkembangan kasus tersebut. “Informasi yang ada terus dikumpulkan. Kalaupun memang ditemukan indikasi tentu akan diusut. Yang jelas, karena sudah dilaporkan ke KPK tentu kita menunggubagaimana rekomendasi KPK,”katanya.
Jika nanti ditemukan indikasi, tanpa menunggu rekomendasi KPK, menurut Kajati, kasus ini akan diusut sambil menyebutkan bahwa saat ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang masih berkosentrasi mengusut dugaan korupsi dana transportasi PON XVI lalu. Sementara Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman sebelumnya menyatakan siap saja diperiksa KPK kalau memang harus diperiksa. Tetapi, kalau nanti ternyata tidak terbukti tentu dia akan berupaya memulihkan nama baiknya.
Gubernur Syahrial mengaku belum menunjuk pengacara untuk mendampinginya. Selain itu sampai saat ini Syahrial belum menerima surat dari KPK terkait dengan laporan tersebut.
Dugaan korupsi dana PON XVI ini dilaporkan oleh Ketua PCW Jamaluddin ke KPK di Jakarta Selasa (11/1). Menurutnya, pencairan dana Rp 59 miliar itu hanya berdasarkan izin prinsip pimpinan DPRD Sumsel. PWC juga merinci sejumlah proyek PON dilakukan dengan menunjuk secara langsung (PL) dan swakelola.
PWC, merinci sejumlah proyek yang di duga menyimpang antara lain peningkatan jalan lingkar selatan, akses poros Ampera sepanjang 15 Km dan ruas lingkar barat sepanjang 8,2 km dengan nilai Rp 10 miliar. Pembuatan dua box culvert di lingkar uatara dan selatan Stadion Jakabaring sebesar Rp 3,2 miliar, pembangunan lanjutan mess Pemda Sumsel di Jakarta 10,67 miliar.
Ada juga pembangunan trotoar jalan utama kota Palembang Dari bandara ke komplek olahraga Jakabaring Rp 8,7 miliar, serta pengecatan jembatan Ampera Rp 1,5 miliar.
PON XVI yang digelar di Sumsel September 2004 lalu, secara prestasi maupun penyelenggaraan serta pemberdayaan ekonomi rakyat, cukup sukses.
Tuan rumah Sumsel menempati urutan ke-5. Pembukaan yang dihadiri Presiden Megawati Soekarnoputri dan penutupan yang dihdiri Wakil Presiden Hamzah Haz cukup spektakuler. Event yang menghabiskan dana hampir Rp 0,5 trilyun ini diambil dari APBN dan APBD.
Arif Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|