|
Nusa
Pengumuman PNS di Sumatera Utara Ditunda Lagi
Sabtu, 15 Januari 2005 | 03:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penguman hasil seleksi calon pegawai negeri sipil untuk wilayah Sumatera Utara ditunda lagi sampai waktu yang belum ditentukan. Semula, hasil seleksi itu akan diumumkan hari ini (15/1).
Kepala Badan Infokom Sumatera Utara RE Nainggolan mengatakan, penundaan itu terpaksa dilakukan karena beberapa bupati/walikota keberatan menandatangani berkas acara hasil seleksi. “Apalagi mengumumkannya,” kata Nainggolan kepada Tempo.
Menurut dia, sekretaris daerah dan Badan Kepegawaian Daerah kabupaten/kota telah mengadakan pertemuan di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Kamis (13/1). Pertemuan itu dihadiri Asisten Administrasi/Pemerintahan Afifuddin Lubis dan Badan Kepegawaian Nasional pusat.
Pertemuan itu akhirnya memutuskan, Badan Kepegawaian Nasional pusatlah yang akan mengumumkan hasil seleksi calon pegawai negeri sipil tersebut, bukan masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
“Kami berharap hasil seleksi ini secepatnya diumumkan agar tidak menimbulkan prasangka negatif dari masyarakat,” kata Nainggolan.
Ketika didesak wartawan bahwa disinyalir telah terjadi permainan dalam pengumuman hasil seleksi karena sudah tiga kali terjadi penundaan dan ada beberapa nama titipan dari pejabat di daerah ini yang tidak masuk nominasi, Nainggolan tidak berkomentar. Dia hanya mengatakan, pemerintah provinsi Sumatera Utara akan berusaha agar hasil seleksi calon pegawai negeri itu segera diumumkan.
Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, keterlambatan pengumuman itu karena pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota se Sumatera Utara tidak mau menerima hasil ujian tersebut, karena merasa tidak dilibatkan dalam pemeriksaan dan penetapan calon pegawai yang lulus.
Sebelumnya, ada surat pernyataan bersama Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumatera Utara yang secara tegas menyatakan bahwa pengumuman hasil ujian calon pegawai negeri itu tanpa melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se Sumatra Utara.
Sementara itu, beberapa calon pegawai negeri sipil yang mengikuti ujian yang ditemui Tempo mengungkapkan kekhawatirannya, hasil pengumuman itu sudah direkayasa dan ada titipan pejabat atas calonnya agar lulus dalam seleksi penerimaan.
Donna Syahraina Pane, peserta calon pegawai negeri sipil di Kabupaten Karo akhirnya hanya bisa pasrah karena tertundanya pengumuman hingga tiga kali. Apalagi, saat seleksi hanya kabupaten Karo yang bermasalah, ujian calon pegawai negeri di Karo terpaksa diulang kembali.
”Sudah tiga kali saya menunggu hasil pengumuman seleksi. Ini ditunda lagi. Pasti ini permainan agar yang punya backing bisa diluluskan. Saya pasrah sajalah,” kata wanita lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sumetera Utara Medan ini.
Banyak calon pegawai negeri lainnya yang juga kecewa dengan tertundanya pengumuman itu. Rata-rata berpendapat bahwa penundaan itu karena ada maksud-maksud terselubung.
Sementara itu, calon pegawai negeri sipil dan Aliansi Masyarakat Transparan untuk Keadilan di Sumatera Selatan melakukan aksi demo di kantor Badan Aplikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Balitek) Universitas Sriwidjaya.
Para pedemo menilai pemerintah provinsi Sumatera Selatan tidak transparan dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil di wilayah itu. Pemerintah provinsi mengatakan bahwa lembar jawaban diperiksa di Jakarta, tapi ternyata diperiksa di Balitek Universitas Sriwidjaya.
Ricuhnya penerimaan calon pegawai negeri ini juga telah mendapat perhatian DPRD Sumsel. DPRD kemarin memanggil Kepala BKD Sujudi.
Bambang Soed/Hambali Batubara/Arief Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|