|
Aceh
Pemda Bireun Siapkan Lokasi Relokasi Pengungsi
Senin, 17 Januari 2005 | 10:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Bireun sedang mempersiapkan relokasi dan tempat penampungan pengungsi permanent sementara yang jauh dari pinggiran pantai. "Sedang dipersiapkan," kata Bupati Bireun, Mustafa A Geulanggang, kepada Tempo. Menurutnya, relokasi pengungsi sangat dibutuhkan, agar mudah menangani dan mengontrol serta tidak terpecah- pecah diberbagai tempat yang menyulitkan koordinasi.
Pengungsi di kabupaten Bireuen terdapat di beberapa titik. Di Kecamatan Samalanga, pengungsi ditampung di gedung SDN Pulo Drien sebanyak 1.497 jiwa, SDN Ie Rob Geulumpang 150 kepala keluarga dengan 537 jiwa, Simpang Keude Tambu 1.081 Jiwa, Meurah 296 kepala keluarga, Krueng Batee Iliek 416 kepala keluarga, Meunasah Bate Iliek 267 kepala keluarga dengan 809 jiwa, Meunasah Geulumpang 290 jiwa.
Di mesjid Ceurucok terdapat 231 kepala dekluarga dengan 868 jiwa, Meurah 60 kepala keluarga, Meunasah Sireun 209 kepala keluarga, Meunasah Matang 170 kepala keluarga,Gedung Min Matang Jareng 281 kepala keluarga, Mesjid Blang Mane 128 kepala keluarga. Kecamatan Pandrah lokasi pengungsi di Menasah Keude Pandrah 373 kepala keluarga.
Kecamatan Jeunib, Gedung Serba Guna 284 kepala keluarga, Meunasah Padang Kasab 38 kepala keluarga, Rumah Kafrawi 250 kepala keluarga. Gandapura, Kantor Camat 38 kepala keluarga, Peudada Gampoeng Baroe 120 kepala keluarga. Meunasah Blang Birah 550 kepala keluarga. Sejumlah warga tersebut berasal dari desa pesisir kecamatan Gandapura, Peudada, Pandrah, Jeunib dan Samalanga.
Tempat ?tempat yang akan dipersiapkan untuk relokasi pengungsi tersebut, berada di empat tempat masing-masing, lokasi Cot Bate Geulungku, Jeunib, Jeumpa,dan Gandapura. "Tempat pengungsiaan yang sedang dalam proses penyiapan berada di Bate Geulungku kecamatan Samalanga Bireuen,? kata Mustafa.
Selain itu, Mustafa menambahkan, proses pembuatan ini tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, tetapi memerlukan waktu persiapan sehingga nantinya benar-benar teratasi, termasuk segala persiapan logistik, perawatan, serta pelayanan lainnya.
Pengunsgi juga akan mengikuti program transmigrasi lokal, dimana setiap kepala keluarga akan diberi lahan dan modal usaha untuk mengelola lahan agar ekonomi dan kehidupan mereka pulih kembali setelah semua harta dan rumah mereka dibawa ombaktTsunami.
Untuk mewujudkan program tersebut, pihaknya sedang mengupayakan berbagai langkah, seperti mencari donator maupun bamtuan pemerintah pusat, "Supaya rumah warga yang rusak dapat digantikan dengan pembangunan rumah," kata Mustafa.
Imran MA-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|