|
Dokter Sipil Diharap Gantikan Tentara Australia
Senin, 17 Januari 2005 | 15:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah batas waktu yang diteTapkan Pemerintah Indonesia kepada para tentara maupun relawan asing berakhir pada 26 Maret nanti, Direktur RS Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh, Dr Rus Munandar, Sp.JP, berharap agar dokter-dokter asing dari militer Australia dan negara-negara lain yang kini bertugas di RSZA segera diganti oleh dokter sipil.
"Saya sudah menyampaikan hal ini kepada Hill. Dan ia cukup mengerti. Bagaimanapun, kebijakan ini adalah kebijakan pemerintah pusat yang harus kita hormati," kata Rus Munandar kepada Tempo seusai menerima Menteri Pertahanan Australia Robert Hill yang mengunjungi RS Zainoel Abidin, Senin (17/1) siang. RS Zainoel Abidin saat ini memang digunakan sebagai Anzac Field Hospital (Rumah Sakit Lapangan Australia dan Selandia Baru), yang beranggotakan 100 tentara Australia dan 50 tentara Selandia Baru.
Namun demikian, Rus Munandar menegaskan, dirinya tak mematok batas waktu yang kaku kepada tentara Australia. "Begitu rumah sakit ini bisa settle sendiri, kami akan meminta mereka untuk mundur," katanya.
Dalam pertemuan khusus dengan Hill, Rus Munandar juga menyampaikan kebutuhan RSZA berupa laboratorium, peralatan rontgen, dan perlengkapan medis lainnya. "Peralatan kami banyak yang tak bisa dipakai lagi tersapu bencana," kat Rus Munandar.
Sebelumnya, dalam pernyataan kepada wartawan sesaat setelah mendarat di Lanud Iskandar Muda, Hill menekankan bahwa Pemerintah Australia tidak mengatur 'timeline' atau tenggat waktu tentang keberadaan pasukannya di Aceh. "Pasukan Australia akan berada di sini sepanjang Pemerintah Indonesia mengingini kami, serta sesuai aturan kemiliteran yang berlaku," katanya. Hill mengaku telah mendiskuksikan keberadaan tentara Austalia di Aceh dengan Komandan TNI di Aceh Brigjen Bambang Darmono.
Jojo Raharjo-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|