|
Yudhoyono: TNI Dalam Posisi Bertahan Semenjak Tsunami di Aceh
Senin, 24 Januari 2005 | 12:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejak awal gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam, Tentara Nasional Indonesia dalam posisi bertahan (defensive mode) dan tidak dalam posisi siap untuk melakukan serangan offence. "Semenjak tragedi tsunami saya sudah memerintahkan TNI untuk mengambil posisi bertahan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya di CNBC Strategic Forum di Jakarta, Senin (24/1).
Menurut Yudhoyono, perintah itu dikeluarkan karena pemerintah untuk sementara memusatkan perhatian pada upaya penanggulangan darurat kondisi di Aceh. "Walaupun demikian tentara tetap dalam tugasnya untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan memberantas Gerakan Aceh Merdeka (GAM)," ujarnya.
Yudhoyono menguraikan, pemerintah tetap mengusahakan upaya penyelesaian dengan cara damai untuk mengakhiri konflik bersenjata di Aceh, walaupun tetap memperpanjang status darurat sipil di Bumi Serambi Mekkah itu untuk enam bulan ke depan. "Sampai saat ini kita tetap mengusahakan dialog dengan GAM dan tetap menjanjikan amnesti bagi anggota GAM yang menyerah dan menyerahkan sejata mereka," katanya.
Sementara untuk Papua, pemerintah tetap mengusaha pengimplementasian daerah otonomi khusus di Papua. "Saya baru saja mengeluarkan keputusan presiden untuk pendirian Majelis Rakyat Papua (MRP) yang akan mempromosikan perbaikan hak-hak wanita Papua, reservasi budaya lokal dan agama di provinsi tersebut," urainya.
Amal Ihsan-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|