|
Nusa
Akibat Kabut Asap, Murid Sekolah di Duri, Riau Diliburkan
Kamis, 27 Januari 2005 | 16:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat kabut asap yang makin meluas, murid-murid sekolah di Duri, Bengkalis, Riau terpaksa diliburkan.
Seperti diketahui, pada 12 Januari lalu terjadi kebakaran di lahan konservasi dan hutan tanaman industri milik PT Arara Abadi, anak perusahaan PT Indah Kiat Pulp & Paper, di Kabupaten Bengkalis, Riau. Hingga hari ini api belum juga bisa dipadamkan. Akibatnya, kabut asap semakin meluas hingga ke kawasan Duri. Bahkan ke Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, terpaksa mengambil kebijakan untuk meliburkan anak sekolah mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah umum di sekitar wilayah Bengkalis, khususnya Duri. Anak-anak sekolah ini diliburkan untuk menghindari murid-murid dari penyakit inpeksi saluran pernafasan bagian atas akibat terhirup asap.
Kebijakan meliburkan anak sekolah itu sudah berlangsung sejak kemarin dan hingga hari ini masih dinyatakan libur hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Keputusan meliburkan prose belajar mengajar merupakan kespekatan antara Dinas Pendidikan dan unsur Muspida Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis kemarin, setelah melihat kabut asap semakin menebal di daerah Duri dan sekitarnya,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Nasional Mandau Zainuddin di Pekanbaru hari ini.
Dia menyebutkan, hasil pantauan alat pemantau kesehatan udara milik PT Caltex Pasifik Indonesia pada 26 Januari 2005 padapukul 07.00 WIB menunjukkan, indeks pencemaran di daerah Duri dan sekitarnya mencapai angka 250 PSI alias buruk.
Meskipun demikian, sampai saat ini belum mengganggu penerbangan udara di Pekanbaru.
Kepala Cabang Angkasa Pura II Pekanbaru Sutrisno mengatakan, hingga hari ini jarak pandang di bandara masih normal, yakni di atas dua kilometer.
Sementara itu, Media Relations di Divisi Human Relations Indah Kiat Nurulhuda membenarkan bahwa areal hutan tanaman industri Arara Abadi terbakar. “Tapi awal kobaran api bukan berasal dari perusahaan kami, namun dari areal lahan konservasi yang letaknya bersebelahan, ”kata pada kesempatan terpisah.
Secara logika, menurut dia, tidak mungkin Arara membakar lahan di arealnya yang sedang memasuki masa panen.
Evalisa Siregar - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Suasana kebakaran rumah di jalan Petojo Binatu Gg. IV Kelurahan Petojo Utara, Jakarta, (29/04/2001) [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/260/2001; 20010518].](/hg/photostock/2005/01/27/s_K1a26002_high_thumb.jpg) |
![Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di gudang kasur busa yang terbakar di Karet Semanggi, Jakarta, 10 Mei 2001. [TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/321/2001; 20010526].](/hg/photostock/2005/01/26/s_K1A32103_high_thumb.jpg) |
| Kebakaran Rumah di Petojo Binatu
|
|
| Kebakaran Gudang Kasur Busa
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|