|
Nanggroe Aceh Darussalam
Warga Banda Aceh Mulai Urus Sertifikat Tanah
Jum'at, 25 Pebruari 2005 | 15:46 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Warga Banda Aceh mulai mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh, untuk mendaftar kembali tanah mereka. Pendaftaran tersebut digunakan untuk membuat sertifikat baru tanah milik warga Banda Aceh, karena sertifikat tanah mereka hilang atau hancur akibat tsunami.
Menurut Kasubsie Pengadaan Tanah BPN Kotamadya Banda Aceh Frederik Edison, memang pihaknya saat ini memprioritaskan
mengganti sertifikat tanah milik warga yang hilang akibat tsunami. Setelah warga mendaftar, warga diberi blanko untuk diisi lengkap, sesuai dengan sertifikat yang hilang dulu. "Makanya orang yang mengurus itu harus pemilik tanah yang dulu atau keluarga dekat mereka, seperti suami, istri, atau anak," kata Frederik kepada Tempo, Jumat (25/2).
Setelah mendaftar, tidak serta merta sertifikat
keluar. Pihak BPN Banda Aceh harus mengecek dengan melihat kembali letak tanah, lalu dibandingkan dengan dokumen tanah yang bersangkutan. Pihak BPN juga akan mengecek data dalam dokumen tersebut dengan lurah atau keuchik setempat.
Untuk itu, BPN Aceh telah menyiapkan sebuah tim untuk mendata kembali tanah-tanah milik warga. Setelah semua data akurat, baru dikeluarkan sertifikat atas nama pemiliknya dulu, seperti yang ada pada sertifikat lama. "Kalau ada yang bermain, pasti nampak pada saat kita
survai ke lapangan," sebutnya.
Menurutnya, hal itu tidak terlalu sulit bagi BPN Banda
Aceh. Frederik menyebutkan, lebih dari 90 persen data tentang tanah warga, bisa mereka selamatkan setelah bencana tsunami.
Sampai siang tadi, sudah ada 1.556 orang warga yang mendaftar untuk memperoleh sertifikat baru. Sertifikat-sertifikat itu kemungkinan akan diikeluarkan sekitar dua bulan lagi, setelah mereka mendata kembali kepemilikan tanah warga yang mendaftar. "Kalau sudah siap, kita akan umumkan di media-media, supaya warga yang mendaftar bisa mengambil sertifikat baru itu," sebut Frederik.
Adi Warsidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|