|
Sumatera Utara
Wagub Akui Bantuan ke Nias Selatan Sangat Kurang
Rabu, 06 April 2005 | 16:07 WIB
TEMPO Interaktif, Nias Selatan: Wakil Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede mengakui, distribusi bantuan makanan ke Kabupaten Nias Selatan sangat kurang. Karena, jalur putus dan hanya ada satu jalan dari Sibolga langsung ke Nias Selatan. "Bantuan yang ada baru 60 ton beras untuk semua kecamatan di Nias Selatan," kata Rudolf di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Rabu (6/4) siang.
Rudolf menjelaskan, Senin mendatang anak-anak di Kabupaten Nias Selatan sudah mulai sekolah. Dia pun meminta agar bank-bank segera membuka kantor guna mempercepat proses pemulihan perekonomian di kabupaten yang baru saja dimekarkan dari Kabupaten Nias pada November 2003.
Dia memprediksikan situasi perekonomian dan ketersediaan prasarana di kota, termasuk listri, akan kembali normal dalam waktu dua bulan ke depan.
Ia menyarankan agar masyarakat Nias Selatan tidak termakan isu Pulau Nias akan tenggelam. "Tidak ada tsunami. Kalaupun ada gempa itupun hanya susulan yang tidak akan menyebabkan tsunami," ujarnya. Sebab itu ia menghimbau agar warga tidak keluar dari Pulau Nias.
Pemerintah, katanya, sudah melakukan berbagai upaya untuk menghambat laju aksi eksodus ke pulau luar, diantaranya menyebarkan selebaran anjuran pemerintah dengan cara menjatuhkan kertas-kertas dari helikopter. Selain itu, pemerintah provinsi Sumatera Utara juga siap memberikan bantuan berapa pun guna membiayai kepulangan warga Nias ke tanah kelahiran mereka.
Di tempat yang sama, pejabat pelaksana harian Nabari Ginting mengatakan, pemerintah kabupaten sudah mengungsikan penduduk ke tempat-tempat yang tidak hancur. Ia juga sudah mendistribusikan bahan-bahan pangan meskipun diakuinya belum rata karena pasokan tidak mencukupi kebutuhan sehari warga masyarakat di Nias Selatan sebanyak 275 ribu orang. Pasokan yang tersedia saat ini, tinggal 5 ton saja.
Secara terpisah, Ketua Perbaikan dan Penanggulangan Listrik Teluk Dalam Wagino menjelaskan, kerusakan jaringan listrik di Kabupaten Nias Selatan cukup parah. Tercatat 53 tiang tegangan tinggi dan menengah, patah dan 19 travo rusak. Akibatnya, pasokan listrik dari Gunung Sitoli terputus.
Wagino menjelaskan, PLN saat ini memprioritaskan pembenahan jaringan di daerah pesisir pantai antara Gunung Sitoli-Teluk Dalam. Perbaikan juga dilakukan di daerah perbatasan seperti di Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan. "Tapi materialnya masih tertahan di Pelabuhan Sambas, Sibolga," katanya.
Wagino mengungkapkan, kelumpuhan total aliran listrik ini dipicu rusaknya pembangkit dan saluran ke rumah-rumah penduduk di Teluk Dalam. Tercatat ada 189 jaringan rumah rusak.
Di Teluk Dalam, gempa yang mengguncang juga telah menyebabkan air pasang hingga sejauh 500 meter dengan ketinggian tiga meter. Di Desa Pasir Putih, Desa Lagundri, Desa Sorake, Kecamatan Teluk Dalam, air sempat menggulung rumah-rumah dan sekolah sepanjang setengah kilometer. "Waktu kami keluar rumah karena gempa besar, air sudah datang," kata Yunias Sarma, warga Desa Pasir Putih kepada Tempo.
Situasi di Teluk Dalam, sekitar 50 persen rumah rusak. Bahkan, rumah kayu yang biasanya tahan gempa pun runtuh. Adapun rumah-rumah di tepi pantai terutama di Pantai Sorake dan Lagundri hancur. Beberapa malah rata dengan tanah. Pohon-pohon yang ada di sekitar itu meranggas karena hempasan sapuan ombak.
Istiqomatul Hayati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|