|
Sumatera
Pengungsi Gunung Talang Mencapai 25 Ribu
Rabu, 13 April 2005 | 20:51 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:Penduduk yang mengungsi akibat letusan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus bertambah. Hari ini, tercatat 25.150 warga lima nagari (desa) dari Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan Gunung Talang mengungsi ke delapan lokasi penampungan. Jumlah pengungsi tersebut meningkat dari 20 ribu orang pada hari sebelumnya.
Kelima nagari yang terletak di kaki Gunung Talang itu adalah Nagari Batu Dalam, Bukit
Sileh, Batu Bajanjang, Koto Laweh, dan Air Batumbuk. Kelima daerah tersebut tampak sepi dan diselimuti abu vulkanik setebal satu sentimeter.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menyediakan tenda, makanan, dan pengobatan gratis di semua lokasi pengungsian. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi salah satu lokasi pengungsian di Nagari Rawang, Gunung Talang, tadi siang, dan memberikan bantuan sebesar Rp 500 juta. Presiden meminta para pengungsi tabah menghadapi bencana.
Yudhoyono juga meminta jangan ada penafsiran mistik tentang letusan gunung ini. "Ini proses gejala alam yang logis terjadi di mana-mana, ini kan gejala alam,” ujarnya. Ia menjelaskan, bumi tidak seperti kelereng, tetapi terdiri dari lempengan-lempengan. Kalau lempengan satu bergerak, kata dia, berarti menmberi efek terhadap lempengan lain.
Gunung Talang di Kabupaten Solok, sekitar 70 kilometer dari Padang, Sumatera Barat, meletus sejak Selasa (12/4) dini hari dan menyemburkan asap belerang dan abu vulkanik hingga radius 12 kilometer. Gunung setinggi 2.572 meter dari permukaan laut terletak di Nagari Tanang, belasan kilometer dari Kayu Aro, ibukota Kabupaten Solok
Setelah letusan pertama, hingga Selasa siang terjadi lima letusan besar yang kekuatannya setara dengan 5 skala Richter. Letusan gunung ini juga disertai gempa kecil lebih dari 100 kali yang terasa di Solok, Padang, dan Mentawai. Namun, sejak Selasa malam hingga Rabu (13/4) sore, letusan-letusan kecil hanya terjadi 63 kali. (Febrianti)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|