Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera

Warga Tuntut Ganti Rugi Tanah ke Perusahaan Gas Negara
Selasa, 26 April 2005 | 13:07 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Sekitar 1.000 warga dari enam kecamatan di Palembang unjuk rasa di kantor Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Merdeka, Palembang, Sumatera Selatan. Warga dari Kecamatan Rahbang Lumbai, Prabumulih, Lemba, Cambai, Sungairotan, dan Gelumbang, itu menuntut PGN menetapkan ganti rugi atas tanah mereka yang terkena proyek Transmisi Gas Bumi Indonesia di Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut warga, selama ini PGN -yang diwakili tim sembilan- menetapkan harga tanah mereka sangat rendah, yaitu Rp 1.000 per meter persegi untuk tanah rawa, Rp 2.000 per meter persegi untuk sawah, dan Rp 2.750 per meter persegi untuk kebun.

Koordinator aksi Aspihani mengatakan, penentuan harga tersebut tidak melalui negosiasi dengan pemilik lahan, sehingga masyarakat pemilik lahan merasa dirugikan. Selain itu, masyarakat juga minta PGN segera melakukan pengukuran dan pengecekan secara benar dan transparan terhadap lahan dan tanaman tumbuh di lahan tersebut.

Menurut Idris, seorang warga, pengukuran itu tidak transparan karena lahan miliknya susut sampai 2.000 meter persegi dari luas sebelumnya. Warga yang memenuhi halaman kantor PGN akhirnya ditemui oleh Kepala Distrik PT PGN Palembang Muhamad Riyadi dan Kepala Proyek Pengadaan Tanah Proyek Transmisi Gas Bumi Indonesia Syarifuddin Harahap alias Ucok.

Menurut Syarifuddin, PGN memang sedang mengerjakan proyek Transmisi Gas Bumi Indonesia sejauh 500 kilometer dari Sumatera ke Jawa melalui Selat Sunda. Pendanaan berasal dari Japan Bank Investment. Menurutnya, persoalan lahan ini sudah dibicarakan dengan tim 9 yang dibentuk bupati yang wilayahnya dilalui proyek pipa gas. Tim ini berisikan bupati, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, camat dan kepala desa.

Soal harga, kata Syarifuddin, besarnya sudah sesuai dengan Nilai Jual Obyek Pajak dan harga pasaran setempat. "Harga itu hanya harga tanah, belum termasuk harga tanam tumbuh di atas lahan tersebut," katanya.

Ia menyatakan, PGN tidak bisa memberikan harga yang lebih tinggi karena sudah sesuai dengan aturan dan harga pasaran setempat. "Kalau lebih tinggi, kami akan diperiksa oleh BPK, BPKP, dan auditor internal PGN," ujarnya. PGN sendiri, menurut dia, hanya sebagai juru bayar.

Sementara pengukuran lahan diserahkan kepada tim sembilan. Kata Syarifuddin, model ini sudah dilakukan dalam proyek pemasangan pipa transmigisi gas dari Duri ke Batam. Menurut dia, 100-200 desa di sepanjang Sumatera akan terkena pipa proyek ini. (Arif Ardiansyah)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di depan gedung DPR MPR, Jakarta Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo. Demonstran dihadang polisi saat protes anti Presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur di gedung DPR MPR, Jakarta Senin 20 Nopember 2000  Foto: Robin Ong/ Tempo.
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kedutaan Besar India Didemo
Lima Organisasi Massa Akan Turun ke Jalan
Otoriter, Direktur RSJ Sumatera Selatan Diminta Mundur
Kantor Kejaksaan Karanganyar Diamuk Massa
Kantor PKU Kembali di Demo
Humanis Tuding Bagir Manan KKN
Drakula Jadi Softex Didemo Massa
Jika SK Gubernur Tak Turun, Puluhan Sopir Angkutan Umum Mengancam Demo
BEM UI Gelar Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Mahasiswa UKI Tolak Kenaikan BBM
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Industri Bakal Diwajiban Gunakan Biofuel
Pelaku Industri Diminta Aktif Dalam IJ-EPA
Gugatan Calon Bupati Magetan Ditolak
Kejaksaan Sidik Kasus Pengadaan Alat Tes Flu Burung
Jatah Berobat Pasien Miskin di RS Bojonegoro sampai 1 September

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data