|
Nanggroe Aceh Darussalam
Korban Meninggal di Aceh Tenggara Bertambah
Kamis, 28 April 2005 | 19:01 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Korban meninggal dunia yang ditemukan akibat banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara semakin bertambah. Sampai saat ini 20 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Selain itu beberapa ruas jalan juga terputus.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Azwar Abubakar mengatakan Pemprov telah mengirimkan sejumlah bantuan ke lokasi bencana.
Menurut Azwar, puluhan korban luka-luka dirawat di RSU Kutacane. Dia memperkirakan korban masih akan bertambah karena warga melaporkan ada sekitar lima orang lagi yang masih hilang. ”Saat ini sedang dilakukan pencarian,” ujarnya kepada wartawan hari ini (28/4) usai mengikuti acara serah terima jabatan Pangdam Iskandar Muda di Lapangan Neusu, Banda Aceh.
Berdasarkan laporan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky kepada Azwar, lokasi yang kondisinya parah adalah Desa Lawe Mengkudu. ”Sekitar 35 unit rumah hancur di Desa Lawe Mengkudu, di Lawe Gerger sebanyak tujuh rumah hancur dan di Lawe Lak-lak sebanyak 30 rumah hancur,” ujar Azwar.
Azwar menambahkan, pengungsi saat ini ditampung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Aceh Tenggara serta tenda-tenda darurat.
Sementara itu, sejumlah jalan di kawasan Blang Keujreun menuju ke Kuta Cane dilaporkan rusak parah dan sebagiannya terputus. Untuk membantu penanganan jalan, Azwar mengaku telah mengirim dua unit alat berat untuk membantu perbaikan jalan di sana. ”Juga makanan dan obat-obatan telah didrop ke sana,” sebutnya.
Tentang kemungkinan banyaknya penebangan liar di sana sebagai penyebab musibah itu, Azwar mengatakan di tempat itu tidak ada penebangan liar karena masuk dalam kawasan hutan yang dilindungi.
Bambang Antariksa, Direktur Walhi Aceh, menduga banjir bandang tersebut disebabkan oleh banyaknya penebangan hutan di sana. Hal itu berdasarkann laporan masyarakat dan jaringan informasi pencinta lingkungan di sana. ”Kami sedang meyelidiki lebih lanjut tentang dugaan itu,” ujarnya.
Dalam catatan Walhi, selama 2002–2004 terjadi 779 kali banjir di wilayah Aceh yang disebabkan oleh semakin banyaknya hutan yang gundul.
adi warsidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|