|
PLN Sumatera Utara Rugi Rp 3,4 Triliun
Rabu, 12 Juli 2006 | 10:51 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara memprediksi pada 2006 ini akan mengalami kerugian sebesar Rp 3,4 triliun. Pemicu kerugian harga pokok produksi yang tidak sebanding dengan harga jual.
Harga pokok produksi strum listrik sebesar Rp 1.550 per Kwh sedangkan harga jual rata-rata untuk semua golongan pelanggan Rp 596 per Kwh. Penyabab biaya produksi tinggi tersebut terkait dengan pembelian bahan bakar yang melonjak tinggi.
"Untuk setiap Kwh, PLN rugi Rp 954. Tahun lalu kami hanya mampu menjual 3,4 juta Kwh kepada 2,2 juta pelanggan. Dan angka itu tak jauh berbeda dengan terget penjualan tahun ini. Kalaupun ada peningkatan, kata dia, tidak akan dalam jumlah besar," kata juru bicara PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Syafii Taher kepada Tempo pagi ini.
Selain merugi akibat tingginya harga pokok produksi,kehilangan arus akibat faktor teknis berupa jaringan kabel yang sering putus juga menyebabkan kondisi keuangan perusahaan kian terpuruk. Untuk menyambung kembali jaringan kabel yang terputus, PLN harus mengeluarkan uang pertahun sebesar Rp 10 miliar.
"Kehilangan arus listrik akibat faktor teknis mencapai 12 persen dari daya yang terjual. Sedangkan faktor nonteknis berupa pencurian arus listrik sebesar 2 persen dengan kerugian Rp 7-8 miliar per tahun," ujarnya.
Syafii mengungkapkan kasus pencurian arus listrik belum bisa dihentikan. Tahun lalu tercatat 6.000 kasus, baru 3 kasus yang disidangkan. Adapun tahun ini,untuk triwulan pertama dirazia 700 lebih kasus pencurian arus dan belum satu pun kasus disidangkan.
Sahat Simatupang
INDEKS BERITA LAINNYA :
|