|
Ribuan Hektare Sawah di Sumatera Utara Berubah Fungsi
Selasa, 25 Juli 2006 | 21:27 WIB
TEMPO Interaktif, Medan: Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara, Bintara Thahir, mengatakan ribuan hektare lahan pertanian di Sumatera Utara telah berubah fungsi. “ Jumlahnya sekitar 40 ribu hektare “ ucap Bintara Thahir, Selasa siang tadi.
Menurut Bintara, angka ini naik dari tahun sebelumnya, yaitu sekitar 10 ribu hektare. Berdasarkan data terkumpul 2006, pada 2005 daerah di Suamtera Utara areal pertanian paling besar berubah fungsi adalah daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan luas 10.455 hektare dan terkecil adalah Tanjung Balai dengan luas 175 hektare.
Salah satu penyebabnya banyaknya irigasi di wilayah itu rusak, sehingga mempengaruhi minat petani untuk bercocok tanam. Sulitnya irigasi berdampak pada biaya operasional tinggi dibanding nilai ekonomis yang didapat dengan mengubah fungsi areal pertanian.
Selain itu juga diakibatkan sebagian besar wilayah di Sumatera Utara mengalami kekeringan walaupun intensitasnya belum terlalu mengkuatirkan seperti yang terjadi di beberapa tempat di Pulau Jawa. Daerah tersebut meliputi Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, dan Karo.
Hambali Batubara
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|