|
Pengusaha dan Buruh Demo Minimnya Pasokan Listrik dan Gas
Kamis, 30 November 2006 | 03:01 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Ribuan buruh dan pengusaha industri di Kota Medan unjuk rasa menuntut pemerintah memenuhi kebutuhan energi bagi industri nereka. Aksi itu mereka kemukakan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, kemarin.
Pasokan listrik dan gas PT PLN dan Perusahaan Gas Negera (PGN), belakangan tidak lagi mencukupi kebutuhan indutri. Kondisi ini semakin parah setelah terjadi krisis listrik di Sumatera Utara menyusul kebijakan pemerintah mengurangi pasokan gas dalam negeri.
Dalam aksi, pendemo membawa berbagai poster isinya kecaman kepada PT PLN dan PGN yang dianggap tidak becus mengelola sumber energi. Pendemo menyebutkan hampir 50 perusahaan terancam tertutup akibat krisis ini.
Akibat tergangguna produksi, perusahaan terkena pinalti pembeli. Kerusakan mesin dan pemborosan bahan baku, juga sulit dihindari. "Yang paling dirugikan buruh, karena kami bakal dirumahkan" kata Susilawati, salah seorang pendemo kepada Tempo.
Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Wahab Dalimunthe, berjanji memperjuangkan tuntutan mereka. "Tapi usaha ini jangan ke DPRD saja, kalian juga ke Kantor Gubernur," saran Abdul Wahab Dalimunthe.
Massa pun berjalan kaki melalui Jalan Imam Bonjol Medan menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jl Diponegoro Medan yang jaraknya sekitar lima kilometer.
Hambali Batubara
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|