|
Pedagang Kecil dan Petani Sumatera Barat Dapat Kredit Rp 87 Miliar
Selasa, 14 Agustus 2007 | 11:58 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:Pemerintah Sumatera Barat serta pemerintah kota dan kabupaten di Sumatera Barat mulai tahun ini memprogramkan bantuan kredit usaha tanpa agunan dengan bunga kecil untuk keluarga miskin melalui pedagang kecil dan petani.
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi mengatakan sedikitnya Rp 87 miliar sudah dianggarkan melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) provinsi serta 19 kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Sebanyak Rp 10 miliar di antaranya sudah disalurkan.
Penyaluran kredit tersebut dilakukan melalui Bank Pembangunan Daerah Bank Nagari. Pinjaman dibatasi maksimal Rp 5 juta tiap pedagang kecil atau petani. Untuk pedagang kecil penerima dana pinjaman adalah pedagang yang sudah memiliki lapak tempat berjualan di pasar tradisional.
"Tujuan kita untuk menggerakkan usaha pedagang kecil, misalnya untuk membantu pedagang kelapa di Pasar Raya Padang, dengan pinjaman Rp 2 juta saja bisa menambah modal usahanya. Atau ada pedagang yang tidak punya modal, selama ini mereka meminjam ke tengkulak dengan bunga yang tinggi," katanya.
Pedagang kecil seperti itu, kata Gamawan, cukup banyak jumlahnya di Sumatera Barat. Selama ini mereka kesulitan meminjam ke bank karena harus memberikan agunan dan bunga bank yang tinggi.
"Melalui program ini kreditnya kecil sekali, sama persis dengan SBI per tahun, jadi tidak ada keuntungan bank di situ. Bunga sesuai SBI hanya untuk management fee bank dan biaya operasional mereka di lapangan. Meski begitu, kita meminta kejujuran mereka untuk mengembalikan, jangan ada yang curang," katanya.
Sistem kredit tergantung jenis bantuan. Untuk pedagang, pengembalian pinjaman bisa dilakukan per hari atau per minggu dan maksimal 4 bulan. Sementara untuk petani, pengembalian kredit bisa dilakukan setelah panen.
Febrianti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|