Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dua Anggota Kodim Solok Jadi Terdakwa
Rabu, 15 Agustus 2007 | 13:27 WIB

TEMPO Interaktif, Padang:Serka Tengku Syahril dan Serka Efripen, dua dari enam tersangka anggota Kodim 0309/Solok, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Man Robert, warga Kacang, Solok, Sumatera Barat, mulai diadili di Mahkamah Militer 103 Padang, Rabu (15/8).

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Letkol Chk Hidayat Manao SH, kedua terdakwa mendengarkan dakwaan dari Oditur militer Mayor Chk Rislan SH. Selain mendengarkan dakwaan, juga mendengarkan keterangan saksi.

Dalam dakwaannya yang dibaca Rislan, kasus ini terjadi 20 Mei 2007. Bermula dari Komandan Kodim Solok Untung Sunanto yang baru pulang dari Pekanbaru dan melintasi ruas jalan lintas Sumatera di Solok yang sedang amblas karena gempa. Saat itu ada pemuda setempat yang menggedor mobilnya. Mereka biasanya memungut uang pada pengguna jalan.

Untung Sunanto keluar dari mobil menemui mereka. "Kalian jangan kurang ajar, saya Dandim, kenapa diperlakukan seperti itu," kata Untung sambil menunjuk ke dada seorang yang menggedor mobilnya. Untung kemudian menelepon bawahannya Pasi Intel Urip Sudarsono dan memerintahkan Urip untuk mengirim anggota Unit Intel Kodim untuk membawa para pemuda yang menghadangnya di jalan ke kantor Kodim.

Urip Sudarsono langsung memerintahkan 5 anggota Kodim, Tengku Syahril, Seka Efripen, Serka Ali Gusti, Serka Rinaldi dan Serka Zudiar. Mereka berhasil menangkap salah seorang pemuda, Man Robert. Man Robert ditodong pistol lalu dibawa dengan mobil patroli ke rumah dinas Komandan Kodim Untung Sunanto, namun di tengah jalan Man Robert dipukul dengan tangan kosong dada, perut dan kepala oleh Serka Tengku Syahril dan Serka Efripen hingga tewas.

Untung Sunanto yang dijadikan saksi dalam perkara ini membantah memerintahkan anak buahnya melakukan pembunuhan dan membantah mengetahui pembunuhan terhadap Man Robert. "Saya hanya memerintahkan agar para pemuda yang memungut uang di jalan itu dibawa ke markas kodim untuk dinasehati, karena tugas dari tentara juga menjaga keamanan," katanya.

Pengadilan terhadap empat tersangka lainnya akan disidang dalam dua berkas yang berbeda pada minggu ini.

Febrianti

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Seorang Satpam Tewas di Toilet
Pollycarpus Belum Memastikan Hadiri Sidang Peninjauan Kembali
Mahasiswa Transportasi Dianiaya di Kamar Seniornya,
Pembuat KTP Gunawan Santoso Tidak Ditahan
Pelaku Pembunuh Homoseksual Tertangkap
Polisi Temukan Delapan Mayat Korban Dukun Penggganda Uang
Pasangan Alda Dituntut 14 Tahun Penjara
Pembunuh Satu Keluarga Divonis Mati
Sidang Pembunuh Satu Keluarga Ricuh
Pemuda Tewas Dibuang Dari Kopaja
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105624 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data