|
TNI AL Bentuk Tim Untuk Menyelidiki Marinir Ngamuk
Kamis, 16 Agustus 2007 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Bandar Lampung: Komandan Pangkalan Angkatan Laut Lampung Kolonel Laut Teguh Wiyono membentuk tim khusus untuk menyelediki kasus sejumlah oknum marinir yang mengamuk di pasar Bambu Kuning, Rabu dinihari. Hari ini tim sudah diturunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. "Termasuk masalah isu anggota yang diduga terlibat peredaran narkoba," kata Teguh yang dihubungi Tempo melalu telepon genggam, Kamis (16/08).
Rabu dinihari, sekelompok laki-laki mengamuk dan mengobrak-abrik sebuah rumah makan padang di dekat pasar Bambu Kuning. Beberapa etalase dan meja makan dijungkirbalikkan hingga rusak berantakan. Merei Erlian, anggota polisi yang sedang berjaga di pos penjagaan dekat rumah makan, tak luput dari dari sasaran.
Menurut sejumlah saksi mata, para perusuh itu juga mengancam warga dengan pisau bayonet dan sangkur. Setelah puas mereka meninggalkan meninggalkan tempat kejadian begitu saja. Tidak berselang lama puluhan anggota polisi dari Kepolisian Sektor Tanjung Karang Barat dan Poltabes Bandar Lampung datang di lokasi.
Belakangan diketahui, sebagian besar perusuh tadi adalah anggota marinir dari pangkalan Piabung, Lampung Selatan. Polisi Oditur Militer Angkat Laut Panjang dan Kepolisian Daerah Lampung berhasil membekuk sebagian dari anggota marinir tersebut. "Ternyata pelaku tidak hanya berasal dari kesatuan marinir. Salah seorang diduga sebagai anggota polisi," kata Kepala Bidang Propam Polda Lampung, Ajun Komisaris Besar Polisi Usman HP.
Usman mengatakan identitas anggota polisi yang terlibat dalam kejadian tersebut telah diketahui. "Sekarang dalam pengejaran," katanya. Sementara anggota marinir yang tertangkap telah diserahkan ke kesatuannya. Usman belum dapat menjelaskan penyebab pengrusakkan tersebut. "Kita masih terus menyelidiki," katanya.
Berdsarkan keterangan sejumlah warga, kejadian itu berhubungan dengan penangkapan seorang pengedar narkoba yang dilakukan aparat kepolisian setempat. Pengedar yang tertangkap itu kebetulan menggunakan motor milik seorang anggota marinir.
Diduga, si pemilik motor marah karena kendaraannya ditahan polisi. Dia mengajak teman-temannya menyatroni tempat yang biasa disinggahi anggota Direktorat Narkoba untuk makan. Karena kesal tidak menjumpai orang yang dicari, mereka mengamuk dan mengobrak-abrik rumah makan tersebut.
Nurochman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|