|
Illegal Logging Masih Tinggi di Aceh
Kamis, 23 Agustus 2007 | 19:10 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Persoalan illegal loging terus terjadi di Aceh kendati Gubernur Irwandi Yusuf sudah mendeklarasikan jeda tebang, beberapa waktu lalu. Faktor utama maraknya penebangan liar itu diduga terkait dengan tingkat ekonomi masyarakat di sekitar hutan yang masih rendah.
“Ekonomi masyarakat di sekitar hutan masih bergantung dari hasil kayu,” kata Husaini Syamaun, Wakil Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh, dalam bedah kasus tentang Illegal Logging yang dilaksanakan Aceh Recovery Forum (ARF) di Banda Aceh, Kamis (23/08).
Kebijakan moratorium logging yang dikeluarkan pemerintah, kata Husaini, hanya berlaku untuk cokung-cukong besar. Sementara pengawasan terhadap masyarakat belum maksimal.
Pemerintah harus memiliki kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat untuk mengatasi persoalan ini. Misalnya saja jernang dan rotan. “Selain itu perlu juga pengembangan hutan tanaman rakyat,” tambah Husaini.
Sementara itu Dewa Gumay dari Flaura dan Fauna Internasional (FFI) mengatakan, perlu adanya sosialisai yang kuat ke masyarakat dalam hal illegal logging. Pemberdayaan ekonomi untuk mengatasi pembalakan kayu, bisa dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan hasil hutan non kayu. “Sosialisasi moratorium logging di tingkat perdesaan perlu diperhatikan. Serta harus dibarengi komitmen penegak hukum dalam memberantas illegal loging,” sebutnya. Adi Warsidi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|