|
162 Warga Pulau Tabuan Terserang Malaria, 4 Tewas
Rabu, 29 Agustus 2007 | 16:46 WIB
TEMPO Interaktif, Tanggamus:Sedikitnya 162 warga Pulau Tabuan Desa Karang Buah dan Sawang Balak, Kecamatan Cukuh Balak, Tanggamus, Lampung, terserang penyakit malaria, empat di antaranya meninggal dunia. Keempat warga yang meninggal disebabkan terlambat mendapat pertolongan.
Sementara 23 orang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Tanggamus, sedang yang lainnya harus menjalanai rawat jalan. "Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah," kata Kasi Pelayanan RSUD Pringsewu, Niken Wijayanti, Rabu (29/08).
Dinas Kesehatan Tanggamus dan rumah sakit tengah berupaya mencari data di lokasi dan mengevakuasi warga yang terjangkit penyakit tersebut dalam sebulan terakhir. "Meski begitu, kami menduga penyakit ini telah lama ada di desa tersebut dan bisa jadi telah menjadi daerah endemi malaria," katanya.
Penyakit malaria menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Hampir setiap keluarga ada yang terkena penyakit tersebut. Di RSUD Pringsewu setidaknya 12 anak-anak dan 11 orang dewasa sedang dirawat. "Hari ini sekitar 12 orang sedang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang memprihatinkan," ujarnya.
Menurut Niken, hasil laboratorium menunjukkan, selain menderita malaria akut, warga juga menderita tipus, anemia dan gizi buruk. Jenis penyakit malaria warga kedua desa tersebut sulit dideteksi. "Penyakit tersebut bisa dideteksi saat warga mengalami demam tinggi," tambahnya.
Warga yang meninggal akibat penyakit malaria tersebut adalah Marhakim ((60 tahun), Ja'far (50 tahun), Asnah (60 tahun) dan Fauzi (25 tahun). Umumnya warga mengeluhkan demam tinggi, mual, badan lemas dan kepala pusing. Warga mengaku kesulitan memeriksakan diri karena desa mereka berada di Pulau Tabuan yang cukup jauh dari rumah sakit.
"Untuk menuju ke rumah sakit warga membutuhkan 5 jam perjalanan. Belum lagi perahu yang bisa menyeberangkan mereka tidak selalu ada," kata Hazori, tokoh masyarakat Karang Buah.
Nurochman
INDEKS BERITA LAINNYA :
|