Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Proses Transisi Aceh Belum Maksimal
Kamis, 30 Agustus 2007 | 13:19 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Proses transisi pekerjaan membangun Aceh dari Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias kepada Pemerintahan Aceh belum berjalan maksimal. Proses itu perlu dipersiapkan lebih serius, mengingat masa kerja BRR yang semakin pendek di Aceh, yaitu sampai April 2009.

Humam Hamid, Direktur Aceh Recovery Forum (ARF) mengingatkan proses transisi itu harusnya bisa lebih serius dibahas. BRR dan Pemda Aceh perlu duduk lebih sering untuk membicarakan hal itu. “Selama ini koordinasi belum berjalan baik. Kita mendorong bagaimana proses transisi itu bisa maksimal,” ujarnya dalam sebuah diskusi internal ARF di Banda Aceh, Rabu (29/08) malam.

Menurutnya, BRR tahun depan akan mengurangi dan memperkecil karyawannya bersamaan dengan tuntutan transisi ke pemerintah daerah. Sementara sejauh ini pemda sendiri dinilai belum siap. Indikasinya, Pemda Aceh belum membentuk tim bayangan untuk mentransfer pekerjaan-pekerjaan itu. “Harusnya pemda menyiapkan orang-orangnya, misalnya untuk membayangi dan mengikuti deputi-deputi BRR.”

Mawardi Ismail, Kelompok Kerja ARF menilai sejauh ini memang hal itu telah dilakukan, melalui Satuan Kerja (Satker) BRR yang notabene adalah pegawai yang diperbantukan di BRR. Tapi persoalannya, sejak 2007 Satker itu sudah sepenuhnya ditarik ke BRR.

Menurutnya, Satker yang harusnya dipersiapkan untuk transisi BRR ke Pemda, pada tahun 2005 sudah berjalan harmonis. Pada tahun 2006, koordinasi mulai kacau karena kepala dinas tidak dilibatkan lagi secara maksimal. Tahun 2007, seluruh Satker sudah berada di bawah BRR. “Ini semakin memperburuk, makin parah proses transisi,” sebutnya.

ARF menilai Satker harusnya bisa menjembatani proses transisi dari BRR ke Pemda Aceh nantinya. Untuk itu perlu dibuat mekanisme dengan melibatkan BRR dan pemda lebih banyak dalam koordinasi menuju transisi.

Adi Warsidi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Desain Museum Tsunami Aceh Diperlombakan
ADB Danai Perluasan Jalan Banda Aceh-Ulee Lheue
Kuntoro Akui Sertifikasi Tanah di Aceh Lambat
Sidang Perdana Kasus Buku BRR Digelar
Pencari Kerja di Aceh Capai 331 Ribu Orang
Kompleks Perumahan Islamic Relief Siap Huni
Mantan Tentara GAM Berlatih Wirausaha
Aceh Tetap Bentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
Kayu Hibah untuk Aceh
Perdamaian di Aceh Bukti Kekuatan Sofh Power
> selengkapnya...

Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106582 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data