Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kening Polisi Tertembus Peluru Sendiri
Selasa, 11 September 2007 | 17:57 WIB

TEMPO Interaktif, Deli Serdang:Agus Peranginangin, anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Deli Serdang, Sumatera Utara, tewas dengan luka tembak di kening. Polisi ini ditemukan terkapar bersimbah darah di rumahnya, Perumahan Harmoni, Desa Sekip, Deli Serdang.

Menurut keterangan tetangga Agus, pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB ia mendengar suara letusan yang mengejutkan berasal dari rumah polisi berpangkat brigadir itu.

"Saya menyangka suara letusan itu sebagai bunyi petasan, karena mendekati musim puasa sering terdengar bunyi petasan di perumahan ini," kata Dormien, tetanga Agus.

Tapi, setelah istri polisi malang itu berteriak histeris, ujar Dormien, ia baru sadar ada sesuatu yang terjadi di rumah Agus. Ia bergegas ke rumah Agus. "Di dalam kamar tidur polisi itu dia sudah terkapar tak bernyawa dalam keadaan bersimbah darah," ujar Dormien.

Istri Agus masih terlihat tak kuasa menahan sedih. Dia tak bersedia memberi penjelasan penyebab kematian suami tercintanya. Namun, atasan Agus, Ajun Komisaris Dhafi, mengatakan penyebab kematian anggota polisi nahas itu karena tembakan di kening.

Meski kening Agus tertembus peluru senjata apinya sendiri, namun Kepala Polisi Resor Deli Serdang Ajun Komisaris Besar Adi Kuntoro mengatakan penyebab kematian Agus belum tentu sebagai tindakan bunuh diri.

"Kita masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Apakah Agus tewas bunuh diri atau dibunuh masih dalam penyidikan polisi," kata Adi Kuntoro kepada Tempo sambil berlalu menuju mobil dinasnya.

Suasana rumah yang tengah berduka itu terlihat ramai dipenuhi pengunjung yang mendengar kabar kematian tragis Agus. Hingga berita ini dibuat sekeliling rumah Agus Peranginangin telah dipasangi garis pembatas polisi. Petugas forensik dan polisi terlihat hilir mudik di kamar tidur Agus Peranginangin.

SAHAT SIMATUPANG/HAMBALI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Jalan Buntu di Saat Krisis  | 01 Pebruari 1999
Tentang Jiwa Muda yang Risau  | 20 Oktober 2003
Saminten, Jasad yang Terlunta  | 25 Agustus 2003
Mati Terempas di Negeri Singa  | 25 Agustus 2003
Manimaren, Pertanyaan Tersisa  | 11 Agustus 2003
Bantuan yang Hilang | 11 Agustus 2003
Dari Gelombang ke Tepian Air | 11 Agustus 2003
Sesosok Tubuh di Ujung Lorong | 11 Agustus 2003
Kidung Kematian di Hari Selasa | 11 Agustus 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kesal disiksa Suami, Ibu 2 anak Tenggak Racun
Warga Perancis Gantung Diri
Telat Sehari, Pagi Ini Hari Bhayangkara Diperingati
Status Polres di Depok Setara Dengan di Jakarta
Ujian Nasional Memakan Korban
Kemiskinan Dinilai Pemicu Kematian Sekeluarga di Siak
Polisi Tembak Polisi
Gadis Tewas Loncat Dari Lantai Lima
Polisi Batam Coba Bunuh Diri
Ditinggal Istri, Suami Tewas di Rel Kereta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk107367 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan
Solar Langka di Tegal
Kemarau Tiba, Petani Cilacap Kekurangan Air
Tarif Hotel Akan Naik 20 Persen
Tersangka Pengelapan Pajak Bisa Bertambah

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data