|
Musi Visit 2008 Siapkan Ratusan Pramuwisata
Kamis, 01 November 2007 | 11:46 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Ketua Himpunan Pramuwisata Sumatera Selatan, Rohil, mengatakan pihaknya menyiapkan pelatihan untuk pramuwisata dalam rangka Visit Musi 2008 bekerja sama dengan Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatera Selatan.
”Sekarang sudah tiga angkatan dan satu angkatan bulan November ini, di mana setiap angkatan berjumlah 30 orang pramuwisata dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Selatan,“ kata Rohil, Kamis (1/11).
Menurut Rohil, mereka dilatih berbagai teknik guiding, mengenal objek wisata di masing-masing kabupaten, mengajarkan melayani tamu dari bandara sampai ke hotel dan menemani mereka dalam perjalanan serta pengetahuan bahasa.
Rohil mengatakan syarat menjadi pramuwisata, yaitu usia 18 tahun, berkelakuan baik, memiliki sertifikasi pramuwisata yang dikeluarkan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Sumsel, menguasai bahasa Indonesia dan satu bahasa asing, baik Inggris, Arab, Prancis, Jepang dan lainnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Sumatra Selatan, Rahman Zeth, mengatakan daerah ini mentargetkan sekitar 750 ribu sampai 1 juta wisatawan yang akan mengunjugi Sumsel dalam rangka Visit Musi 2008.
“Kalau dilihat data tahun 2006, kita kedatangan 500 ribu wisatawan. Untuk Visit Musi 2008 kita targetkan 750 ribu sampai 1 juta,” kata Rahman Zeth.
Untuk memenuhi itu, pihaknya sudah mengagendakan sedikitnya 57 kegiatan wisata, baik event nasional maupun internasional berupa kongres, festival dan sebagainya.
Sumatera Selatan juga menyediakan biaya promosi yang cukup besar untuk Tahun Kunjungan Wisata Musi 2008, yaitu sekitar Rp 14 miliar dari total dana Rp 21,4 miliar.
Rahman juga mengatakan banyak yang bisa dijual dalam Visit Musi 2008, terutama wisata airnya. Di sepanjang Sungai Musi banyak pemukiman tradisional, makam bersejarah, masjid tua, benteng dan Pulau Kemarao atau wisata kuliner.
Menurut dia, wisatawan yang datang ke Sumsel sebagian adalah mereka yang ingin bernostalgia, ziarah (keluarga korban Silk Air), sejarawan (peneliti), dan bisnis dagang baik lokal maupun asing.
ARIF ARDIANSYAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|