|
Enam Nyawa Melayang Saat Membersihkan Tangki CPO
Kamis, 01 November 2007 | 14:57 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Enam warga Desa Sandolas, Kelurahan Pulau Gelang, Kecamatan Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, tewas saat membersihkan sisa limbah crude palm oil (CPO) di tangki kapal tongkang Kapuas Jaya I, Rabu (31/10), menjelang tengah malam.
Keenam korban itu, yakni Raja Azhar (46), Raja Umar Usman (18), Raja Imam Ilham (17), Dedi Setiawan (21), Arifin (15) dan Herman alias Boy (15). Selain menewaskan enam orang, tragedi tersebut juga membuat Jumadi (38) kritis dan lima orang lainnya turut dilarikan ke RSUD Indrasari Rengat.
Dua warga yang berusaha menolong korban ikut dilarikan ke rumah sakit karena keadaannya yang lemas, yakni Mastur (38) dan Anto (29). Sementara seorang penolong bernama Erwansyah (18) berhasil lolos dari musibah.
Berdasarkan data yang diterima, peristiwa tragis itu bermula saat para korban mendapat order kerja lembur membersihkan sisa CPO di lambung kapal tongkang Kapuas Jaya I milik PT Tirta Cipta Mulia. Kapal tongkang ini dalam kondisi rusak setelah menabrak karang dan sandar untuk proses perbaikan.
Semula pekerjaan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB berjalan lancar, namun pada akhirnya malapetaka terjadi. Para pekerja lepas yang tengah membersihkan tangki Blok C2 mendadak pusing dan kemudian lemas. Sebelum mereka tewas, sudah ada upaya untuk menolong mereka keluar dari tangki, namun sejumlah penolong malah turut lemas.
Polisi Resort Indragiri Hulu saat ini masih menyelidiki kasus ini. Kapolres Indragiri Hulu Ajun Komisaris Besar Robinson DP Siregar menyatakan masih mengumpulkan berbagai barang bukti untuk menyelidiki kasus tersebut. "Kita masih menyidiki latar belakang tewasnya enam nyawa di kapal itu. Setelah ada hasilnya, akan kita beri penjelasan lebih lanjut," jelas Robinson singkat, Kamis (1/11) pagi.
Bobby Triadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|