Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Investasi Listrik Rp 42 Miliar di Nias Sia-sia
Senin, 12 November 2007 | 16:44 WIB

TEMPO Interaktif, Nias: Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias William P. Sabandar mengatakan investasi sebesar Rp 42 miliar yang telah dilakukan BRR untuk merehabilitasi dan membangun jaringan listrik sisa-sia. "Karena PLN tidak juga menambah daya listrik," katanya di kantornya, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, kemarin.

Pembangunan kembali jaringan listrik yang rusak akibat gempa dilakukan secara bertahap pada 2005, 2006 dan 2007. Saat ini telah terdapat sedikitnya 262 sambungan listrik dengan panjang kabel 72 km dan 35 transformers telah dipasang di 4 kecamatan. "Semua itu tidak menjadi apa-apa kalau daya listrik tidak ditambah," katanya.

Pasokan listrik dari PLN ranting Nias hanya 10 megawat sementara kebutuhan listrik mencapai 13 hingga 15 megawat. Akibat pasokan listrik yang kurang, listrik di dua Kabupaten di Kepulauan Nias, yaitu Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan sering padam.

Hal ini dikeluhkan sejumlah pengusaha hotel. "Banyak penginapan yang ditinggal tamu karena setiap air conditioner dinyalakan, mati lampu," kata Agus Mendrofa, salah seorang pemilik penginapan di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.

Sering padamnya listrik juga dikeluhkan pengelola rumah sakit Gunung Sitoli Husin A Gafar. "Listrik seringkali padam saat ada operasi bedah," katanya. Hal ini juga mempercepat kerusakan alat-alat kesehatan di rumah sakit tersebut.

Untuk menutupi kurangnya pasokan listrik, menurut William, BRR telah membangun dua pembangkit listrik tenaga mini hidro di Desa Alasa dan Gomo, Kabupaten Nias Selatan. Masing-masing pembangkit yang dibangun dengan dana Rp 1 milar tersebut mampu menghasilkan 40 kpa. "Satu pembangkit cukup untuk menerangi 2 desa," katanya.

Namun ia tetap mendesak PLN segera menambah pasokan listrik agar dana Rp 42 miliar yang telah digelontorkan BRR untuk membangun jaringan listrik tidak mubazir. "Kalau tahu begini duit itu mending dibagi-bagikan langsung ke masyarakat," katanya.


Dwi Riyanto Agustiar

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
Ramai Kaget Tagihan Naik | 17 Januari 2005
Belum Rugi, Hanya Ragu | 20 Desember 2004
Waswas Tercekik di Tangan Swasta | 20 Desember 2004
Buang Jauh Mimpi itu | 20 Desember 2004
Buah Kekalahan Pertamina | 20 Desember 2004
Rp 157 Miliar Akibat Listrik Padam  | 24 Mei 1999
Asal Tak ke Jenewa  | 24 Mei 1999
Wajah PLN Setelah Dipermak Nanti  | 04 Mei 1999
Habis PLN Terbitlah Bursa Listrik  | 04 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tarif Listrik Belum Akan Dinaikkan
Sebagian Wilayah Jakarta Akan Padam Listrik
Pasokan Listrik Selama Lebaran Dijamin Aman
Distribusi Listrik di Bogor Masih Terganggu
Tower Listrik Roboh, Bogor Gelap Gulita
Biaya Pemasangan Listrik di Pacitan Sangat Mahal
Listrik Bengkulu Pulih 90 Persen
Tunggakan Listrik Pemerintah Kota Pekanbaru Membengkak
Warga Sekitar Waduk Jatiluhur Belum Nikmati Listrik
Buruh Minta BPK Audit PLN Sumatera Utara
> selengkapnya...

Referensi

UU RI nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk111391 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data