|
Warga Aceh Besar Ancam Hancurkan Rumah BRR
Senin, 03 Desember 2007 | 14:12 WIB
TEMPO Interaktif, Aceh Besar:Warga Lambaro Neujid, Peukan Bada, Aceh Besar, mengancam akan menghancurkan rumah bantuan dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias. Sebab, rumah yang dibangun tahun lalu itu ternyata masih belum selesai.
”Bagaimana ditempati rumah tanpa atap, lantai dan dinding baru setengah.” kata Rusli, Sekrataris Desa, Senin (3/11).
Pihak BRR sudah belasan kali diberitahukan tentang terbelengkalainya pembangunan rumah. Namun tak ada respons seperti yang diharapkan. Namun, kontraktor yang membangun rumah, kata dia, sudah lari.
Menurut usli, rumah bermasalah itu berjumlah berjumlah 13 unit, semuanya dari tahun anggaran 2006. Hanya lima
rumah yang sudah ditempati. ”Malas kami melapor terus, bapak BRR bicara manis saja,” keluh Teungku Ajdas, salah seorang warga.
Pada pertemuan terakhir warga dengan BRR, menurut Ajdas, BRR meminta ketua kelompok swadaya pembangunan rumah membuka rekening. Nantinya, uang akan ditranfer dan
warga secara swadaya membangun rumahnya. ”Sampai sekarang uang tidak dikirim,” ujarnya.
Akibat janji tersebut, nyaris menimbulkan konflik horizontal antar warga. Penduduk acap kali mempertanyakan ke pengurus desa kapan rumah mereka akan diselesaikan. ”Ini kan repot!” kata Rusli.
Pada 2005, di desa berpenduduk 700 jiwa itu, BRR telah membangun 60 unit rumah dengan mempercayai tiga perusahan konstruksi. Rumah tersebut dijanjikan bersekat tripleks untuk kamar. MAIMUN SALEH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|