Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

GAM dan Warga Rayakan Milad GAM
Selasa, 04 Desember 2007 | 15:35 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Para anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Masyarakat Aceh memperingati Hari Ulang Tahun (Milad) GAM ke–31 dengan kenduri dan doa bersama. Acara diadakan di desa-desa dan tempat-tempat bersejarah.

Di Aceh Besar, peringatan dipusatkan pada makam Tgk Chik Di Tiro, Desa Mureu, Kecamatan Indrapuri, Selasa (4/12). Warga dan mantan kombatan di lapangan berbaur menyiapkan kenduri dan menyantuni anak yatim. Acara sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

“Kami hanya menggelar doa bersama dan santunan kepada anak yatim,” kata Tgk Saifuddin Bin Yahya, Wakil Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Aceh Besar. Menurutnya, tamu yang diundang dari seluruh jajaran GAM dan pemerintahan Aceh. Nur Djuli, Ketua badan Reintegrasi Aceh (BRA) tampak hadir mengikuti acara tersebut.

Menurut Saifuddin, acara itu digelar untuk mengenang kawan-kawan seperjuangan yang telah mendahului mereka. Perayaan Milad GAM itu tak ada masalah apa-apa, karena hanya sebatas doa bersama dan tidak seperti dulu. “Kita sama-sama menjaga MoU Helsinki dan perdamaian,” sebutnya.

Saifuddin mengatakan anak yatim yang disantuni pada perayaan Milad GAM di Makam Chik di Tiro itu mencapai 400 orang. Warga yang hadir beserta undangan mencapai seribuan orang.

Yusri, 30 tahun, mantan gerilyawan menyebutkan rasa bersyukurnya bisa memperingati milad dengan sederhana. “Karena dalam damai ini, kita bisa leluasa,” sebutnya.

Menurutnya, mereka telah diinstruksikan oleh Panglima KPA untuk merayakan dengan sederhana dan jangan menaikkan bendera GAM. “Kita hanya memohon doa kepada kawan-kawan yang telah mendahului kita,” sebutnya.

Muzakkir Manaf, Ketua KPA, sehari sebelumnya telah mengimbau agar para anggota GAM dan mantan gerilyawan untuk tidak menaikkan bendera bulan bintang dan atribut GAM lainnya. Hal itu, menurutnya, untuk menjaga agar jangan ada kesalahpahaman dari hal-hal yang dianggap menganggu perdamaian. Perayaan milad diharapkan bisa berlangsung sederhana.

Peringatan Milad GAM dengan doa bersama juga dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Besar lainnya, seperti di Cot Keueng, Lhok Nga dan Lambaro Neujid, Peukan Bada.

Milad GAM adalah hari kelahiran GAM yang dideklarasikan 4 Desember 1976 di sebuah lokasi kampung Tiro, Kabupaten Pidie. Sebelum damai 15 Agustus 2005 lalu, Milad GAM selalu diperingati dengan upacara bendera yang dilaksanakan GAM di hutan-hutan. Pascadamai, perayaan tidak lagi memakai simbol-simbol gerakan, tapi hanya dikenang dengan doa bersama warga dan kenduri.

Adi Warsidi/Maimun Saleh

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pemerintahan Sendiri di Atas Meja | 28 Pebruari 2005
Tempo, 21 Oktober 1972 | 07 Pebruari 2005
Perang No, Damai Yes | 31 Januari 2005
Melepas HDC, Menggaet CMI | 31 Januari 2005
Berbagai Jalan Menuju Helsinki | 31 Januari 2005
Peristiwa | 24 Januari 2005
Yang Bertumbuh Setelah Bencana | 17 Januari 2005
Menunggu Pengadilan Fair dari Swedia  | 28 Juni 2004
Setelah Penangkapan di Stockholm  | 21 Juni 2004
Kecemasan dari Alby  | 21 Juni 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Merah Putih Raib dari Muara Satu, Lhokseumawe
Presiden-Gubernur Aceh Sepakat Partai Lokal Harus Mengacu UU
Penamaan Partai GAM Langgar Undang-undang
Polisi Akan Tindak Partai GAM
Rumah Juru Bicara GAM Digranat
Indonesia Contoh Demokratisasi Masyarakat Muslim
Komplotan Pencuri 30 Ton Gabah Dibekuk
Magetan Waspadai Bencana Banjir dan Longsor
Irwandi Dinilai Lebih Tunduk ke Swedia Ketimbang Jakarta
Penolakan GAM Bisa Picu Ketegangan Baru
> selengkapnya...

Referensi

Pemeriksaan Hasan Tiro
Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 43Thn.2003 Tentang Pengaturan Kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat Dan Jurnalis Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Pertahanan
Kepolisian Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112863 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Industri Bakal Diwajiban Gunakan Biofuel
Pelaku Industri Diminta Aktif Dalam IJ-EPA
Gugatan Calon Bupati Magetan Ditolak
Kejaksaan Sidik Kasus Pengadaan Alat Tes Flu Burung
Jatah Berobat Pasien Miskin di RS Bojonegoro sampai 1 September

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data