Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dewan Tolak Impor Souvenir Visit Musi 2008
Kamis, 06 Desember 2007 | 11:53 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Anggota DPRD Kota Palembang Irmaidi meminta agar rencana Pemerintah Kota Palembang mengimpor souvenir untuk acara Visit Musi 2008 dibatalkan karena tidak sejalan dengan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Ini sangat melukai perasaan perajin lokal. Mengapa harus impor dari Cina, apakah tidak ada perajin lokal dan Indonesia yang mampu membuat souvenir itu,” katanya, Kamis (6/12).

Selain itu, Irmaidi juga mengaku belum mengetahui dari mana dana yang akan dipakai membeli souvenir itu karena Dewan merasa tidak menganggarkannya. Menurut Irmaidi, semestinya event-event besar seperti Visit Musi 2008 dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Apriadi Busri mengatakan Pemkot akan memasok souvenir jenis plakat bergambar Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Kantor Wali Kota langsung dari Cina. Souvenir yang akan dipasok berjenis plakat dari batu alam berbentuk tiga dimensi.

Menurut Apriadi, para perajin di Palembang tidak bisa membuatnya, dan kalau pun ada, tidak begitu sempurna. Namun begitu, kata Apriadi, tidak semua souvenir akan dipasok dari Cina, karena kain songket, gantungan kunci dan makanan khas Palembang tetap dilakukan oleh penduduk lokal.

Irmaidi juga mempersoalkan masalah bahan baku, sebab Sumsel kaya dengan batubara. Menurutnya, di Sumatera Barat orang sudah bisa membuat asbak, rumah gadang dengan bahan batubara, jadi tidak perlu didatangkan dari negeri Cina.

Masalah pemberdayaan perajin juga dikritisi, sebab event ini sudah disiapkan jauh-jauh hari. “Pemerintah Kota melalui dinas terkait kan bisa mendatangkan instruktur dari luar untuk mengajari perajin lokal jika ingin kualitas dan hasilnya maksimal. Event ini bukan habis sehari, tetapi terus dilakukan secara kontinyu,” katanya.

ARIF ARDIANSYAH

Dari Arsip Majalah TEMPO
Yang Membangun di Punggung Gunung | 04 April 2005
Pakai ?Pahe? ke Luar Negeri  | 29 Desember 1998
Kalau Banjir Sampai ke Hidung  | 08 Desember 1998
Protes Bali Terus Bergulir  | 03 November 1998
"Semua HPH akan Segera Berakhir" | 09 Maret 1999
"Model Bagi Proyek Serupa" | 09 Maret 1999
Orang Bajau, dalam Untung dan Malang  | 09 Maret 1999
Taman Bermain Duyung dan Lumba-lumba  | 09 Maret 1999
Zamrud Alam Teluk Tomini  | 09 Maret 1999
Desentralisasi, Thinking Outside the Box | 15 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Berdayakan Nelayan Korban Gempa dan Tsunami
Pariwisata Carita Terancam Bangkrut
Pengelola Wisata di Carita Terancam Gulung Tikar
Musi Visit 2008 Siapkan Ratusan Pramuwisata
Hotel Berbintang di Lombok Gagal Raih Target
Ribuan Warga Sumatera Utara Berlibur ke Luar Negeri
Tempat Wisata di Solo Bersiap Sambut Pemudik
Festival Danau Sentani Dipromosikan di Bali
Ubud Writers Festival 2007 Digelar
Malang Jalin Kerja Sama dengan Agen Wisata Jepang
> selengkapnya...

Website

PT Garuda Indonesia
Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112994 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data