|
Aceh Utara dan Aceh Timur Banjir
Sabtu, 08 Desember 2007 | 19:41 WIB
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Curah hujan selama dua minggu terakhir yang mengguyur Aceh Utara dan Aceh Timur membuat sejumlah kecamatan di daerah tersebut mengalami banjir. Di Aceh Utara 10 dari 27 kecamatan. Sementara di Aceh Timur terdapat 13 kecamatan.
Di Aceh Utara kecamatan yang dilanda banjir di antaranya Kecamatan Geureudong Pasee, Kecamatan Langkahan, Matang Kuli, dari tiga kecamatan tersebut dua antara yang terparah.
Di kecamatan Langkahan, di desa Buket Linteung yang merupakan kawasan ekplorasi gas alam ExxonMobil Block A Pasee, satu dusun warga terpaksa di evakuasi dengan boat tradisional. Di Kecamatan Matang Kuli yang juga merupakan lapangan ExxonMobil sejumlah desa terendam. Seperti desa Teumpok Barat, Teumpok Pereulak, Meunje, Blang Punti, Tanjung Ají, Siren, Pante Pirah, dan Beringen.
Sementara di Aceh Timur, kecamatan Rantau Pereulak, Sungai Raya, Pante Bidari, Julok, Nurussalam, Simpang Jernih, Peudawa, Peureulak Barat, Pereulak Timur, Banda Alam dan sebagian Rantau Selamat juga bernasib serupa.
Sejumlah sekolah kecamatan yang dilanda Banjir di dua Kabupaten di Pantai Timur Aceh itu terpaksa libur. Aktivitas distribusi hasil bumi masyarakat juga terhenti. “Air sudah semakin surut, mudah-mudahan nanti malam tidak ada hujan lagi,” ujar Mulyadi (32), Sekretaris Desa Buket Linteung Kecamatan Langkahan Aceh Utara.
Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara, Azhari Hasan, SH, mengatakan bantuan darurat untuk korban banjir terus di upayakan lewat jalar alternatif, mengingat ada kawasan banjir yang sulit di jangkau untuk distribusi. “Saat ini petugas sedang berusaha keras untuk dapat segera menyalurkan bantuan-bantuan tersebut,” katanya.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengklaim bencana banjir yang terjadi secara rutin dalam beberapa tahun terakhir akibat pembalakan hutan pada masa lalu.
Imran MA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|