|
Melayu Jangan Terbuai Kejayaan Masa Lalu
Selasa, 11 Desember 2007 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Seminar Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang ditutup pada hari ini di Pekanbaru merekomendasikan sejumlah kesepakatan untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat Melayu, di antaranya perlunya Melayu mempersiapkan generasi penerus dan tidak terbuai dengan kejayaan masa lalu.
Seminar juga merekomendasikan agar Melayu tidak terlena atas kekayaan alam yang dimilikinya, yang jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang andal akan menjadi sia-sia.
“Hendaknya kita tidak terbuai oleh kejayaan masa lalu dan saatnya mempersiapkan diri untuk mengelola potensi negeri dan memperoleh kejayaan,“ ujar Menteri Pelancongan Melaka, Datuk Abdul Rahman Bin Abdul Karim, seusai penutupan seminar DMDI di Pekanbaru, hari ini.
Menurut Abdul Rahman, kendati ada ucapan Melayu tak kan hilang di dunia, namun saat ini dunia Melayu mengkhawatirkan hilangnya indentitas kemelayuan itu sendiri dan tidak adanya peningkatan sumber daya manusia yang andal dalam meneruskan tradisi kesuksesan Melayu.
“Kita sudah kehilangan jati diri. Saatnya secara bersama-sama kita bangun Melayu dan mempersiapkan generasi penerus yang mempunyai jati diri Melayu yang andal untuk menghadapi globalisasi dewasa ini,“ ujar Abdul Rahman.
Seminar yang berlangsung sejak Hari Minggu (9/12) itu diikuti sejumlah utusan dari Indonesia dan luar negeri, termasuk Malaysia, Singapura dan Thailand.
Seminar juga mengeluarkan rekomendasi agar DMDI menjadi media otonom bagi seluruh organisasi-organisasi dakwah Islam di Asia Tenggara, sekaligus melakukan rekonstruksi metodologi dakwah. Sementara untuk hal yang menyangkut ekonomi, seminar merekomendasikan agar DMDI mendirikan sebuah lembaga keuangan syariah yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman dengan menjadikan usaha kecil dan menengah sebagai sasaran utama pemberdayaan.
Gubernur Riau Rusli Zainal dalam sambutannya mengatakan upaya peningkatan jati diri Melayu pada dasarnya merupakan salah satu cara bagi peningkatan kualitas kebangsaan Indonesia. Gubernur Rusli juga mengingatkan agar sejumlah rekomendasi yang sudah diambil, dapat dijalankan agar tercapai tujuan konkret.
Jupernalis Samosir
INDEKS BERITA LAINNYA :
|