|
Pemerintah Perancis Serahkan Bantuan Pusat Krisis Bencana
Selasa, 18 Desember 2007 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:
Pemerintah Perancis secara resmi menyerahkan bantuan peralatan pusat krisis (Crisis Center) bencana
alam dengan nama Pusat Pengendalian Operasi Bencana
Alam (Pusdalop) untuk Sumatra Barat, Selasa 18/12) petang.
Bantuan ini merupakan bantuan peralatan pusat krisis yang keempat sekaligus yang terakhir dari Pemerintah Perancis untuk Indonesia, sesuai disepakati Juli 2005 senilai 5,1 juta Euro.
Sebelumnya, peralatan serupa telah diserahkan kepada
Badan Koordinasi Nasional (Bakornas), Pemerintah DKI Jakarta, dan Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam.
Penyerahan Pusat Krisis dilakukan Direktur Program Civipol untuk Pemerintah Perancis dan Kedutaan Besar Perancis di Jakarta, Paul Delavenne, kepada Sekretaris
Daerah Provinsi Sumatera Barat, Yohannes Dahlan. Paul berharap hibah itu dapat meningkatkan kapasitas Pemerintah Indonesia mengatasi bencana. "Kami amat berharap proyek bantuan Pemerintah Perancis
ini akan terus berlanjut untuk daerah lainnya," kata Paul.
Dipilihnya bantuan pusat krisis di Bakornas dan
ketiga wilayah, kata Paul, karena ketiga daerah ini
sangat rawan bencana, terutama tsunami. Bantuan selain
alat adalah pelatihan personilnya. "Kami sangat senang dalam pengerjaan proyek ini kami sangat didukung oleh masing-masing daerah," katanya.
Bantuan untuk Sumatra Barat tersebut, kata Paul, didukung
peralatan yang canggih dan efektif. Dengan begitu, bantuan peralatan mampu memperkuat putusan yang diambil Gubernur untuk menangani bencana alam di daerahnya.
"Tapi semua peralatan ini akan sia-sia jika tidak
didukung oleh orang-orang terlatih dan khusus. Karena
itu kami berharap pemerintah daerah menunjuk orang
atau badan khusus untuk mengelolanya," katanya.
Crisis center bantuan Perancis ini adalah sistem
komputerisasi untuk penanganan akan dibuat berlapis
untuk mengantisipasi jika sistem pertama atau kedua
rusak. Sistem pertama informasi bencana adalah melalui
internet dan pemakaian telepon gratis. Jika sistem ini
tidak berjalan, dibangun sistem kedua yang menggunakan
jaringan Global System for Mobile Communications
(GSM). Jika sistem ini juga rusak maka ada sistem
ketiga yang disediakan lewat fasilitas satelit. (Febrianti)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|