|
Warga Tidak Memilih di Pilkada Sumatera Selatan Cenderung Besar
Rabu, 26 Desember 2007 | 10:54 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Ketua Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan, Maramis, mengatakan kecenderungan partisipasi politik dalam pemilihan gubernur Sumatera Selatan diperkirakan rendah karena berbagai halangan.
Beberapa halangan itu, di antaranya sedang berpergian, sakit, bekerja, dan tidak dapat pulang kampung. Selain itu, tidak terdaftar sebagai pemilih, sedang bekerja dan tidak mendapat izin. ”Bahkan ada saja yang tidak memilih karena tidak ada kompensasi (ongkos),” kata Maramis, Rabu (26/12).
Pernyataan Maramis sejalan dengan hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang dilakukan pada 25 November sampai 4 Desember 2007, bahwa masyarakat yang memilih golput (tidak memilih) pada Pilkada Sumsel diperkirakan sekitar 26 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, di Palembang, golput terjadi karena belum tersedianya pilihan masyarakat yang baru, sebab informasi yang diterima calon gubernur yang muncul hanya dua calon, yakni Syahrial Oesman (Gubernur Sumsel) dan Alex Noerdin (Bupati Musibanyuasin).
”Selain itu, sosialisasi dari KPUD setempat masih kurang karena memang lembaga itu belum bekerja, sebab pilkadanya masih sekitar delapan bulan lagi,” katanya.
Ia mengatakan survei tersebut dilakukan di 15 kabupaten/kota yang tersebar di 168 desa/kelurahan, masing-masing desa diambil sampelnya sebanyak lima responden, sehingga jumlah sampelnya sebanyak 14.800 responden dengan menggunakan teknik stratafied random sampling.
ARIF ARDIANSYAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|